MIMIKA — Kondisi infrastruktur keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kini menjadi sorotan tajam. Hingga saat ini, Kepolisian Resort (Polres) Intan Jaya belum memiliki Markas Komando (Mako) yang permanen. Selama hampir sewindu, operasional kepolisian setingkat kabupaten tersebut masih harus menumpang di bangunan milik Polsek Sugapa.
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui di Mimika pada Selasa,12 Mai 2026. Ia menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas yang memadai adalah syarat mutlak bagi kepolisian untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di wilayah konflik tersebut.
“Ya sekali lagi, kami pihak kepolisian kan bekerja harusnya di fasilitas-fasilitas yang memadai. Polres Intan Jaya 7 tahun, 8 tahun berjalan ini kita lihat masih menggunakan bangunan Polsek Sugapa,” ujar Brigjen Pol Jermias Rontini kepada wartawan.
Selain persoalan gedung, Kapolda juga membeberkan kendala logistik yang cukup pelik, terutama terkait mobilisasi kendaraan dinas. Letak geografis Intan Jaya yang ekstrem menuntut biaya operasional yang sangat besar, sementara anggaran kepolisian untuk distribusi sarana prasarana sangat terbatas.
Ia mencontohkan sulitnya mengirimkan kendaraan operasional ke atas (Intan Jaya) yang membutuhkan biaya transportasi selangit. “Sekarang mau kirim mobil ke Intan Jaya itu potong 32 kan gitu, kan sangat disayangkan. Karena kita tidak punya anggaran untuk memfasilitasi pengiriman kendaraan, padahal kendaraan itu kita butuhkan di atas,” ungkapnya.
MIMIKA — Kondisi infrastruktur keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kini menjadi sorotan tajam. Hingga saat ini, Kepolisian Resort (Polres) Intan Jaya belum memiliki Markas Komando (Mako) yang permanen. Selama hampir sewindu, operasional kepolisian setingkat kabupaten tersebut masih harus menumpang di bangunan milik Polsek Sugapa.
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui di Mimika pada Selasa,12 Mai 2026. Ia menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas yang memadai adalah syarat mutlak bagi kepolisian untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di wilayah konflik tersebut.
“Ya sekali lagi, kami pihak kepolisian kan bekerja harusnya di fasilitas-fasilitas yang memadai. Polres Intan Jaya 7 tahun, 8 tahun berjalan ini kita lihat masih menggunakan bangunan Polsek Sugapa,” ujar Brigjen Pol Jermias Rontini kepada wartawan.
Selain persoalan gedung, Kapolda juga membeberkan kendala logistik yang cukup pelik, terutama terkait mobilisasi kendaraan dinas. Letak geografis Intan Jaya yang ekstrem menuntut biaya operasional yang sangat besar, sementara anggaran kepolisian untuk distribusi sarana prasarana sangat terbatas.
Ia mencontohkan sulitnya mengirimkan kendaraan operasional ke atas (Intan Jaya) yang membutuhkan biaya transportasi selangit. “Sekarang mau kirim mobil ke Intan Jaya itu potong 32 kan gitu, kan sangat disayangkan. Karena kita tidak punya anggaran untuk memfasilitasi pengiriman kendaraan, padahal kendaraan itu kita butuhkan di atas,” ungkapnya.