Sepanjang perjalanan, malam yang dingin pecah oleh nyanyian rohani dan puji-pujian yang dilantunkan serempak. Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya atraksi semburan api yang disuguhkan beberapa peserta, menambah dramatisasi cahaya di tengah kegelapan malam.
Setibanya di Graha Eme Neme Yauware, ribuan umat langsung melanjutkan rangkaian ibadah menyambut Fajar Paskah sebagai simbol kemenangan atas maut.
Perayaan ini berakhir dengan tertib, menegaskan bahwa Pawai Obor di Mimika bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q