MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur kesehatan pada tahun anggaran 2026.
Proyek strategis yang sempat tertunda, yakni Puskesmas Perintis, dipastikan segera memasuki tahap konstruksi fisik. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan administratif dan pembebasan lahan telah rampung.
“Anggaran untuk Puskesmas Perintis sekitar Rp34 miliar, sedangkan pengembangan Puskesmas Wania sekitar Rp10 miliar. Semua bersumber dari APBD,” jelas Reynold, Kamis (5/3).
Guna menghindari kendala klasik berupa bangunan kosong tanpa pelayanan, Dinas Kesehatan menerapkan pola pembangunan satu paket. Artinya, pembangunan puskesmas kini wajib disertai dengan rumah dinas tenaga medis, instalasi air bersih, jaringan internet, hingga sistem kelistrikan mandiri seperti panel surya.
MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur kesehatan pada tahun anggaran 2026.
Proyek strategis yang sempat tertunda, yakni Puskesmas Perintis, dipastikan segera memasuki tahap konstruksi fisik. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan administratif dan pembebasan lahan telah rampung.
“Anggaran untuk Puskesmas Perintis sekitar Rp34 miliar, sedangkan pengembangan Puskesmas Wania sekitar Rp10 miliar. Semua bersumber dari APBD,” jelas Reynold, Kamis (5/3).
Guna menghindari kendala klasik berupa bangunan kosong tanpa pelayanan, Dinas Kesehatan menerapkan pola pembangunan satu paket. Artinya, pembangunan puskesmas kini wajib disertai dengan rumah dinas tenaga medis, instalasi air bersih, jaringan internet, hingga sistem kelistrikan mandiri seperti panel surya.