Monday, May 19, 2025
31.7 C
Jayapura

Tak Terima Keluarganya Tewas, Warga Blokade Jalan Poros Mapurujaya

“Memang tadi pada saat mau pembukaan palang sempat ada pro kontra dari pihak keluarga korban ataupun keluarga pendukung sempat melakukan pelemparan batu ke aparat yang berjaga disitu, kemudian kita melakukan tindakan terukur di situ sempat membuang gas air mata namun tidak menimbulkan adanya korban baik dari pihak kepolisian ataupun dari pihak keluarga,” kata Kapolsek.

Kapolsek melanjutkan, saat ditemukan memang terdapat sejumlah tanda-tanda luka pada beberapa bagian tubuh korban seperti di tangan dan jari korban.

Di TKP, polisi juga menemukan serpihan-serpihan kaca diduga kaca helm namun belum dapat dipastikan apakah serpihan itu ada kaitannya dengan meninggalnya YA.

Kapolsek menyebut, polisi akan tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait sebab-sebab menunggalnya YA.  Pihaknya telah membentuk tim gabungan dari Polsek Mimika Baru maupun Satuan Lalulintas Polres Mimika untuk melakukan pendalaman guna mengungkapkan sebab akibatnya.

Baca Juga :    Seleksi DPRK Kabupaten Mimika Belum Jelas

“Kita sudah melakukan olah TKP, kita juga sudah menginterogasi ada beberapa saksi yang ada di TKP. Mohon waktu untuk kami bekerja semaksimal mungkin sehingga nanti kita bisa memberikan satu kepastian sehingga bisa mengungkap perkara ini,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Yance Boyau yang merupakan Kakak YA saat ditemui di ruang jenazah RSUD Mimika meminta polisi dapat mengungkap siapa pelakunya dan motifnya apa.

“Kapolsek Mimika Baru tolong ungkapkan siapa pelakunya, motifnya dibunuh atau Laka Lantas atau seperti apa begitu karena meninggalnya misterius jadi biar kepolisian yang ungkapkan,” tutur Yance kepada wartawan.

  Yance mengungkapkan, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya secara misterius itu, mendiang Anis sempat menyampaikan pesan kepada anak ke tiga Yance untuk diteruskan kepada dirinya.

Baca Juga :  Pelayanan Publik dan Kesehatan di Mimika Tidak Maksimal

Meninggalnya Anis tampak membawa duka mendalam bagi pihak keluarga hingga orang-orang terdekatnya seolah tidak rela dengan kepergiannya.

Mereka menduga bahwa Anis meninggal karena dibunuh dan bukan karena kecelakaan yang menyebabkan dirinya meregang nyawa. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

“Memang tadi pada saat mau pembukaan palang sempat ada pro kontra dari pihak keluarga korban ataupun keluarga pendukung sempat melakukan pelemparan batu ke aparat yang berjaga disitu, kemudian kita melakukan tindakan terukur di situ sempat membuang gas air mata namun tidak menimbulkan adanya korban baik dari pihak kepolisian ataupun dari pihak keluarga,” kata Kapolsek.

Kapolsek melanjutkan, saat ditemukan memang terdapat sejumlah tanda-tanda luka pada beberapa bagian tubuh korban seperti di tangan dan jari korban.

Di TKP, polisi juga menemukan serpihan-serpihan kaca diduga kaca helm namun belum dapat dipastikan apakah serpihan itu ada kaitannya dengan meninggalnya YA.

Kapolsek menyebut, polisi akan tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait sebab-sebab menunggalnya YA.  Pihaknya telah membentuk tim gabungan dari Polsek Mimika Baru maupun Satuan Lalulintas Polres Mimika untuk melakukan pendalaman guna mengungkapkan sebab akibatnya.

Baca Juga :  Amankan Ratusan Liter Milo di Pelabuhan Poumako

“Kita sudah melakukan olah TKP, kita juga sudah menginterogasi ada beberapa saksi yang ada di TKP. Mohon waktu untuk kami bekerja semaksimal mungkin sehingga nanti kita bisa memberikan satu kepastian sehingga bisa mengungkap perkara ini,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Yance Boyau yang merupakan Kakak YA saat ditemui di ruang jenazah RSUD Mimika meminta polisi dapat mengungkap siapa pelakunya dan motifnya apa.

“Kapolsek Mimika Baru tolong ungkapkan siapa pelakunya, motifnya dibunuh atau Laka Lantas atau seperti apa begitu karena meninggalnya misterius jadi biar kepolisian yang ungkapkan,” tutur Yance kepada wartawan.

  Yance mengungkapkan, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya secara misterius itu, mendiang Anis sempat menyampaikan pesan kepada anak ke tiga Yance untuk diteruskan kepada dirinya.

Baca Juga :  Umat Hindu Bersih-bersih Pasar dan Tanam Pohon Sambut Hari Raya Nyepi Saka 1947

Meninggalnya Anis tampak membawa duka mendalam bagi pihak keluarga hingga orang-orang terdekatnya seolah tidak rela dengan kepergiannya.

Mereka menduga bahwa Anis meninggal karena dibunuh dan bukan karena kecelakaan yang menyebabkan dirinya meregang nyawa. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya