SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja. Salah satunya lewat pembukaan praktik pelatihan alat berat dan sertifikasi K3 yang digelar bersama LPK Karya Idaman Mandiri Training Center. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Idris Taba, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret menjawab tantangan pengangguran dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan dinamika yang perlu mendapat perhatian serius. Jumlah pencari kerja tercatat mencapai sekitar 112 ribu orang atau meningkat 1,97 persen dibandingkan tahun 2024.
“Meski tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren penurunan, namun masih didominasi lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang belum memiliki keterampilan. Pada 2025, lulusan SMA menyumbang sekitar 32,57 persen dari total pengangguran,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya kesenjangan kualifikasi tenaga kerja, di mana banyak lowongan di sektor industri belum dapat diisi oleh putra daerah karena keterbatasan sertifikasi dan kompetensi.
“Melalui pelatihan ini, pemerintah berupaya membuka peluang bagi pencari kerja untuk mendapatkan keterampilan dan sertifikasi agar siap masuk dunia kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Antar Lembaga sekaligus panitia penyelenggara dari LPK Karya Idaman Mandiri, Monica Prika Wanma, menjelaskan kegiatan ini merupakan lanjutan dari seminar dan pelatihan yang telah dilaksanakan selama dua hari di Grand Abe Hotel. Peserta telah mendapatkan materi dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengenalan komponen dan indikator alat berat. Untuk praktik lapangan, akan dilaksanakan pada 27 hingga 30 April di Kampung Harapan.
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja. Salah satunya lewat pembukaan praktik pelatihan alat berat dan sertifikasi K3 yang digelar bersama LPK Karya Idaman Mandiri Training Center. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Idris Taba, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret menjawab tantangan pengangguran dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan dinamika yang perlu mendapat perhatian serius. Jumlah pencari kerja tercatat mencapai sekitar 112 ribu orang atau meningkat 1,97 persen dibandingkan tahun 2024.
“Meski tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren penurunan, namun masih didominasi lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang belum memiliki keterampilan. Pada 2025, lulusan SMA menyumbang sekitar 32,57 persen dari total pengangguran,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya kesenjangan kualifikasi tenaga kerja, di mana banyak lowongan di sektor industri belum dapat diisi oleh putra daerah karena keterbatasan sertifikasi dan kompetensi.
“Melalui pelatihan ini, pemerintah berupaya membuka peluang bagi pencari kerja untuk mendapatkan keterampilan dan sertifikasi agar siap masuk dunia kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Antar Lembaga sekaligus panitia penyelenggara dari LPK Karya Idaman Mandiri, Monica Prika Wanma, menjelaskan kegiatan ini merupakan lanjutan dari seminar dan pelatihan yang telah dilaksanakan selama dua hari di Grand Abe Hotel. Peserta telah mendapatkan materi dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengenalan komponen dan indikator alat berat. Untuk praktik lapangan, akan dilaksanakan pada 27 hingga 30 April di Kampung Harapan.