Saturday, November 29, 2025
29.9 C
Jayapura

Tingkat BOR RSUD Yowari Capai 91 Persen

SENTANI– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura, terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap. Tingginya kebutuhan layanan terlihat dari angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang mencapai 91 persen.

Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes., menyebut sebagian besar pasien berasal dari wilayah Distrik Sentani Kota, Distrik Waibu dan distrik lain di Kabupaten Jayapura. Selain itu, RSUD Yowari juga menerima pasien rujukan dari kabupaten tetangga.

“BOR kita tinggi bisa mencapai 91 persen. Pasien rawat inap bukan hanya dari Distrik Sentani dan Waibu, tetapi juga dari daerah lain yang dirujuk ke sini,” jelasnya, Selasa (26/8).

Baca Juga :  Sakit Hati, Alasan Oknum Pengurus KNPB  Bakar Kantor Bupati

Maryen menambahkan, RSUD Yowari memiliki data lengkap terkait jumlah pasien rawat jalan, rawat inap, asal daerah, hingga 10 penyakit terbanyak yang ditangani. Data ini penting untuk bahan evaluasi dan perencanaan peningkatan layanan.

SENTANI– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura, terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap. Tingginya kebutuhan layanan terlihat dari angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang mencapai 91 persen.

Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes., menyebut sebagian besar pasien berasal dari wilayah Distrik Sentani Kota, Distrik Waibu dan distrik lain di Kabupaten Jayapura. Selain itu, RSUD Yowari juga menerima pasien rujukan dari kabupaten tetangga.

“BOR kita tinggi bisa mencapai 91 persen. Pasien rawat inap bukan hanya dari Distrik Sentani dan Waibu, tetapi juga dari daerah lain yang dirujuk ke sini,” jelasnya, Selasa (26/8).

Baca Juga :  Mulai Antisipasi Kerawanan Menjelang Pemilu 2024

Maryen menambahkan, RSUD Yowari memiliki data lengkap terkait jumlah pasien rawat jalan, rawat inap, asal daerah, hingga 10 penyakit terbanyak yang ditangani. Data ini penting untuk bahan evaluasi dan perencanaan peningkatan layanan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya