SENTANI – Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, optimistis target pendapatan daerah pada triwulan II tahun 2026 dapat tercapai. Budi mengatakan hingga pertengahan Mei 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai sekitar Rp50 miliar atau sekitar 45 persen dari target yang ditetapkan pada semester pertama.
Menurutnya, Bappenda terus berupaya mengejar target hingga mencapai Rp81 miliar pada akhir triwulan II atau semester pertama tahun ini.
“Kami optimistis karena ada peningkatan dan dukungan dari OPD lain. Evaluasi yang dipimpin langsung oleh Sekda memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih banyak potensi pendapatan daerah yang dapat terus digali, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), reklame, hingga pajak hotel dan rumah makan.
Namun demikian, Budi mengakui sektor perhotelan mengalami penurunan cukup signifikan dibanding sektor lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingkat kunjungan masyarakat ke Kabupaten Jayapura yang menurun akibat efisiensi perjalanan.
“Sektor hotel memang cukup rendah dibanding sebelumnya karena aktivitas perjalanan ke Sentani berkurang,” katanya.
Sementara itu, untuk pajak rumah makan berbasis online, Bappenda menyebut sistem tersebut telah berjalan dengan baik. Meski demikian, pihaknya masih menghadapi keterbatasan alat pendukung transaksi elektronik yang disediakan melalui kerja sama dengan Bank Papua.
SENTANI – Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, optimistis target pendapatan daerah pada triwulan II tahun 2026 dapat tercapai. Budi mengatakan hingga pertengahan Mei 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai sekitar Rp50 miliar atau sekitar 45 persen dari target yang ditetapkan pada semester pertama.
Menurutnya, Bappenda terus berupaya mengejar target hingga mencapai Rp81 miliar pada akhir triwulan II atau semester pertama tahun ini.
“Kami optimistis karena ada peningkatan dan dukungan dari OPD lain. Evaluasi yang dipimpin langsung oleh Sekda memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih banyak potensi pendapatan daerah yang dapat terus digali, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), reklame, hingga pajak hotel dan rumah makan.
Namun demikian, Budi mengakui sektor perhotelan mengalami penurunan cukup signifikan dibanding sektor lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingkat kunjungan masyarakat ke Kabupaten Jayapura yang menurun akibat efisiensi perjalanan.
“Sektor hotel memang cukup rendah dibanding sebelumnya karena aktivitas perjalanan ke Sentani berkurang,” katanya.
Sementara itu, untuk pajak rumah makan berbasis online, Bappenda menyebut sistem tersebut telah berjalan dengan baik. Meski demikian, pihaknya masih menghadapi keterbatasan alat pendukung transaksi elektronik yang disediakan melalui kerja sama dengan Bank Papua.