Thursday, January 15, 2026
31.7 C
Jayapura

FAO dan Selandia Baru Siapkan Pabrik Sagu di Yoboi dan Babrongko

Sementara itu, Yo’ Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally menjelaskan bahwa Pengelolaan Rumah Sagu di Kampung Babrongko segera diresmikan sebagai bagian dari bantuan dan pendampingan organisasi pangan dunia, FAO.

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan masyarakat adat Yosiba, yang meliputi Kampung Yoboi, Simporo, dan Babrongko. Rumah Sagu di Yoboi telah dibangun lebih dulu pada tahun 2024. Sementara itu, peresmian Rumah Sagu di Kampung Babrongko dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025.

“Terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan tersebut, Peresmian Rumah Sagu Babrongko, Peletakan batu pertama pembangunan pengolahan Rumah Sagu di Simporo, dan Penetapan Asosiasi Yoyomama sebagai lembaga pengelola sagu,” terangnya.

Baca Juga :  Gelar Pasar Murah untuk Bantu Masyarakat

Asosiasi Yoyomama nantinya akan berperan sebagai penampung hasil sagu milik masyarakat, sekaligus mengelolanya agar memiliki nilai ekonomi lebih baik.
Sejak uji coba pengelolaan dilakukan pada September hingga November, Rumah Sagu telah mengolah 51 pohon sagu dan menghasilkan 425 sak. Setiap karung dijual dengan harga Rp300 ribu. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Sementara itu, Yo’ Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally menjelaskan bahwa Pengelolaan Rumah Sagu di Kampung Babrongko segera diresmikan sebagai bagian dari bantuan dan pendampingan organisasi pangan dunia, FAO.

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan masyarakat adat Yosiba, yang meliputi Kampung Yoboi, Simporo, dan Babrongko. Rumah Sagu di Yoboi telah dibangun lebih dulu pada tahun 2024. Sementara itu, peresmian Rumah Sagu di Kampung Babrongko dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025.

“Terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan tersebut, Peresmian Rumah Sagu Babrongko, Peletakan batu pertama pembangunan pengolahan Rumah Sagu di Simporo, dan Penetapan Asosiasi Yoyomama sebagai lembaga pengelola sagu,” terangnya.

Baca Juga :  Modus Gandakan Uang, Kakek Raup Puluhan Juta Rupiah

Asosiasi Yoyomama nantinya akan berperan sebagai penampung hasil sagu milik masyarakat, sekaligus mengelolanya agar memiliki nilai ekonomi lebih baik.
Sejak uji coba pengelolaan dilakukan pada September hingga November, Rumah Sagu telah mengolah 51 pohon sagu dan menghasilkan 425 sak. Setiap karung dijual dengan harga Rp300 ribu. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya