Saturday, January 24, 2026
28.3 C
Jayapura

Tahun ini DP2KP Bangun 12 Unit Rumah Sehat

SENTANI-Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pertanahan Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura membangun 12 rumah  sehat di Kampung Sawesuma, Distrik Unurumguay dengan nilai proyek sekira Rp 3,2 miliar pada tahun ini. Hal ini dikatakan, Kepala DP2KP Kabupaten Jayapura Terry F Ayomi di Sentani, Selasa (19/9) kemarin.

Terry menjelaskan, di dalam kontrak untuk pembangunan rumah harus selesai pertengahan atau akhir bulan Desember dan 12 unit rumah sehat ini lahan pembangunan milik masyarakat,   sedangkan untuk pembangunan rumahnya ditangani  Pemkab Jayapura.  Kalau  rumahnya sudah jadi lalu  dihibahkan ke masyarakat.

“Kami saat ini  mengerjakan 12 unit rumah sehat bagi masyarakat di Kampung Sawesuma, Distrik Unurumguay dengan nilai proyek Rp 3,2 miliar pada tahun ini. Dikerjakan dengan tipe 45 (dua kamar, satu ruang tamu, ruang makan dan dapur) dengan total anggaran lebih dari Rp 300 juta per rumah,”ungkapnya.

Baca Juga :  Tak Ditemukan Lagi ASF, Kebersihan Kadang Harus Dijaga

Diakui, pihaknya akan  mengerjakan rumah sehat di semua wilayah,  tetapi tahun ini fokus di Kampung Sawesuma, berbatasan langsung dengan Kabupaten Sarmi.  Dari besaran anggaran maka tahun ini hanya bisa di satu kampung khusus rumah sehat, padahal semua wilayah masih membutuhkan bantuan rumah tersebut.

Terry menjelaskan, selain rumah sehat, pihaknya juga mengerjakan rumah bantuan bencana alam di dua lokasi daerah setempat.

“Kita kerjakan satu unit rumah di Waibron (Distrik Sentani Barat) dan dua unit rumah di Distrik Ravenirara yang rusak karena musibah bencana alam, termasuk kita bantu bangun satu rumah pastori di wilayah Genyem Distrik Nimboran/Namblong dan dua rumah pastori di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, ”jelasnya.

Baca Juga :  Targetkan Garap Lahan Padi 250 Hektar

Sementara itu, total anggaran yang dikerjakan tahun ini oleh DP2KP Kabupaten Jayapura sebesar Rp 60 miliar lebih dan penyerapan anggaran hingga Agustus sudah mencapai 85-90 persen, karena kebanyakan selain membangun rumah, dilakukan juga pengadaan tanah sehingga penyerapannya lebih mudah.(dil/ary)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pertanahan Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura membangun 12 rumah  sehat di Kampung Sawesuma, Distrik Unurumguay dengan nilai proyek sekira Rp 3,2 miliar pada tahun ini. Hal ini dikatakan, Kepala DP2KP Kabupaten Jayapura Terry F Ayomi di Sentani, Selasa (19/9) kemarin.

Terry menjelaskan, di dalam kontrak untuk pembangunan rumah harus selesai pertengahan atau akhir bulan Desember dan 12 unit rumah sehat ini lahan pembangunan milik masyarakat,   sedangkan untuk pembangunan rumahnya ditangani  Pemkab Jayapura.  Kalau  rumahnya sudah jadi lalu  dihibahkan ke masyarakat.

“Kami saat ini  mengerjakan 12 unit rumah sehat bagi masyarakat di Kampung Sawesuma, Distrik Unurumguay dengan nilai proyek Rp 3,2 miliar pada tahun ini. Dikerjakan dengan tipe 45 (dua kamar, satu ruang tamu, ruang makan dan dapur) dengan total anggaran lebih dari Rp 300 juta per rumah,”ungkapnya.

Baca Juga :  Pengamanan Bandara Sentani Terus Ditingkatkan

Diakui, pihaknya akan  mengerjakan rumah sehat di semua wilayah,  tetapi tahun ini fokus di Kampung Sawesuma, berbatasan langsung dengan Kabupaten Sarmi.  Dari besaran anggaran maka tahun ini hanya bisa di satu kampung khusus rumah sehat, padahal semua wilayah masih membutuhkan bantuan rumah tersebut.

Terry menjelaskan, selain rumah sehat, pihaknya juga mengerjakan rumah bantuan bencana alam di dua lokasi daerah setempat.

“Kita kerjakan satu unit rumah di Waibron (Distrik Sentani Barat) dan dua unit rumah di Distrik Ravenirara yang rusak karena musibah bencana alam, termasuk kita bantu bangun satu rumah pastori di wilayah Genyem Distrik Nimboran/Namblong dan dua rumah pastori di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, ”jelasnya.

Baca Juga :  Masalah Stunting dan Malaria jadi Perhatian Menkes

Sementara itu, total anggaran yang dikerjakan tahun ini oleh DP2KP Kabupaten Jayapura sebesar Rp 60 miliar lebih dan penyerapan anggaran hingga Agustus sudah mencapai 85-90 persen, karena kebanyakan selain membangun rumah, dilakukan juga pengadaan tanah sehingga penyerapannya lebih mudah.(dil/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya