alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, August 8, 2022

Cekcok dengan Istri, Suami Bunuh Diri

Salah seorang anggota Polres Jayapura saat mengecek korban yang tewas akibat gantung diri di RSUD Yowari, Jumat (19/4).( FOTO : Humas Polres Jayapura For Cepos)

SENTANI-Seorang pria bernama Iwan Fredi Yom (34) ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di Kompleks Ketapang, Jalan Kuburan, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (19/4).

Korban yang sehari-hari merupakan tukang ojek di pangkalan pasar lama ini ditemukan oleh saksi dalam posisi gantung diri dan sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon menjelaskan, kronologis kejadian ini berawal saat korban terlibat cekcok dengan istrinya. Korban menduga istrinya dekat dengan seorang laki-laki lain, karena sebelumnya, korban mendapati istrinya menerima uang dari seorang laki-laki di depan Hotel Metta Star, Jalan Tabita Sentani. Padahal uang yang diterima istri korban merupakan honor saksi yang diterima, saat menjadi saksi dalam Pemilu 17 April 2019 kemarin.

Baca Juga :  Pasca PON, Venue Jangan Terbengkalai

“Setelah cekcok dengan istrinya, korban keluar rumahnya dan terlihat mondar-mandir di halam rumah hingga pukul 03.00 WIT. Kira-kira sekitar pukul 05.30 WIT, anak korban keluar dari rumah dan melihat korban sudah tergantung. Selanjutnya anak korban memberitahu ibunya, selanjutnya ibunyadan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di belakang rumahnya dengan menggunakan kain sarung,”jelas Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, melalui telepon selulernya, Jumat (19/4).

Victor menambahkan, para tetangga korban mendatangi rumah korban dan membantu memotong kain sarung yang digunakan korban gantung diri. Korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari.

“Korban dilarikan ke RSUD Yowari, tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia beberapa jam sebelum dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Lakukan Rapid Test Massal

Dia menyatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengecek korban d RSUD Yowari. Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan di RSUD Yowari dan di TKP.

“Dari hasil pemeriksaan luar, kami tidak temukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, hanya terlihat bekas lilitan di leher korban. Sehingga diduga korban meninggal akibat gantung diri,” ujar mantan Kapolres Mimika ini.

Saat ini pihak Polres Jayapura dan Polsek Sentani Kota sedang bersiaga di TKP dan RSUD Yowari guna mengantisipasi adanya aksi dari pihak keluarga korban yang tidak terima dengan kematian korban. (bet/tho)

Salah seorang anggota Polres Jayapura saat mengecek korban yang tewas akibat gantung diri di RSUD Yowari, Jumat (19/4).( FOTO : Humas Polres Jayapura For Cepos)

SENTANI-Seorang pria bernama Iwan Fredi Yom (34) ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di Kompleks Ketapang, Jalan Kuburan, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (19/4).

Korban yang sehari-hari merupakan tukang ojek di pangkalan pasar lama ini ditemukan oleh saksi dalam posisi gantung diri dan sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon menjelaskan, kronologis kejadian ini berawal saat korban terlibat cekcok dengan istrinya. Korban menduga istrinya dekat dengan seorang laki-laki lain, karena sebelumnya, korban mendapati istrinya menerima uang dari seorang laki-laki di depan Hotel Metta Star, Jalan Tabita Sentani. Padahal uang yang diterima istri korban merupakan honor saksi yang diterima, saat menjadi saksi dalam Pemilu 17 April 2019 kemarin.

Baca Juga :  Pelantikan Anggota DPRD Dipercepat

“Setelah cekcok dengan istrinya, korban keluar rumahnya dan terlihat mondar-mandir di halam rumah hingga pukul 03.00 WIT. Kira-kira sekitar pukul 05.30 WIT, anak korban keluar dari rumah dan melihat korban sudah tergantung. Selanjutnya anak korban memberitahu ibunya, selanjutnya ibunyadan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di belakang rumahnya dengan menggunakan kain sarung,”jelas Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, melalui telepon selulernya, Jumat (19/4).

Victor menambahkan, para tetangga korban mendatangi rumah korban dan membantu memotong kain sarung yang digunakan korban gantung diri. Korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari.

“Korban dilarikan ke RSUD Yowari, tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia beberapa jam sebelum dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Baca Juga :  Kasus Timbun BBM, Polisi Segera Kirim SPDP ke JPU

Dia menyatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengecek korban d RSUD Yowari. Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan di RSUD Yowari dan di TKP.

“Dari hasil pemeriksaan luar, kami tidak temukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, hanya terlihat bekas lilitan di leher korban. Sehingga diduga korban meninggal akibat gantung diri,” ujar mantan Kapolres Mimika ini.

Saat ini pihak Polres Jayapura dan Polsek Sentani Kota sedang bersiaga di TKP dan RSUD Yowari guna mengantisipasi adanya aksi dari pihak keluarga korban yang tidak terima dengan kematian korban. (bet/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/