Mahasiswa STIPER Terancam Tak Dapat Ujian Semester

Dirinya sangat berharap kepada Pj. Gub Papua Tengah dan Dinas terkait untuk dapat menjawab keluhan mahasiswa Papua Tengah, karena  beasiswa tersebut sangat membantu para mahasiswa untuk melanjutkan studinya, dalam hal pengembangan SDM di Papua Tengah.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Bagian Kemahasiswaan di STIPER,  Erick Ruamba  dan juga dipercayakan sebagai pengelola beasiswa pemerintah Provinsi PapuaPapua (Papua Induk), Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi di STIPER ini baru terjadi pada Semester Genap Tahun 2023.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan, maupun Pemerintah Papua Pegunungan maupun Papua Tengah, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari dinas terkait, “ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Kampung di Danau  Sentani  Minta Ada Jaringan Air Bersih Masuk di Kampung

Menurutnya, sebanyak 32 mahasiswa STIPER dari Papua Tengah, selama ini terbayarkan biaya studinya, hanya saja semenjak peralihan dari BPSDM ke Dinas Pendidikan masing-masing Kab/Kota, para mahasiswa ini tidak lagi menerima beasiswa.

“Hal ini pastinya berdampak pada mahasiswa itu sendiri, terutama dalam menempuh pendidikan. Bisa-bisa mereka tidak dapat mengikuti ujian semester dan ini sangat disayangkan. Kami berharap pemerintah bisa lebih proaktif terhadap mahasiswa, ” terangnya.

Pihaknya berharap pemerintah bisa peduli terhadap nasib mahasiswanya masing-masing, karena kesannya pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap mahasiswanya. Hal ini pastinya tidak hanya terjadi di STIPER saja, tetapi juga di kampus-kampus lainnya. (ana/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Pameran Pembangunan, Hingga Pasar Murah Meriahkan HUT Kab. Jayapura

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Dirinya sangat berharap kepada Pj. Gub Papua Tengah dan Dinas terkait untuk dapat menjawab keluhan mahasiswa Papua Tengah, karena  beasiswa tersebut sangat membantu para mahasiswa untuk melanjutkan studinya, dalam hal pengembangan SDM di Papua Tengah.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Bagian Kemahasiswaan di STIPER,  Erick Ruamba  dan juga dipercayakan sebagai pengelola beasiswa pemerintah Provinsi PapuaPapua (Papua Induk), Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi di STIPER ini baru terjadi pada Semester Genap Tahun 2023.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan, maupun Pemerintah Papua Pegunungan maupun Papua Tengah, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari dinas terkait, “ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Akan Bangun Asrama untuk Mahasiswa dari Distrik Terjauh di Wamena

Menurutnya, sebanyak 32 mahasiswa STIPER dari Papua Tengah, selama ini terbayarkan biaya studinya, hanya saja semenjak peralihan dari BPSDM ke Dinas Pendidikan masing-masing Kab/Kota, para mahasiswa ini tidak lagi menerima beasiswa.

“Hal ini pastinya berdampak pada mahasiswa itu sendiri, terutama dalam menempuh pendidikan. Bisa-bisa mereka tidak dapat mengikuti ujian semester dan ini sangat disayangkan. Kami berharap pemerintah bisa lebih proaktif terhadap mahasiswa, ” terangnya.

Pihaknya berharap pemerintah bisa peduli terhadap nasib mahasiswanya masing-masing, karena kesannya pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap mahasiswanya. Hal ini pastinya tidak hanya terjadi di STIPER saja, tetapi juga di kampus-kampus lainnya. (ana/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Kembangkan Potensi Laut dan Pesisir, Masyarakat Tablasufa Diberi Pelatihan

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya