Nicky menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan pelaku usaha. Keterlibatan masyarakat adat sebagai pemilik wilayah dan potensi wisata juga menjadi bagian penting.
Karena itu, masyarakat di kampung-kampung yang memiliki objek wisata diharapkan semakin terbuka menerima kunjungan wisatawan serta membangun kerja sama dengan HPI maupun pelaku pariwisata lainnya.
Menurutnya, wisatawan yang datang harus mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan. Pengalaman positif tersebut sangat penting karena wisatawan dapat menjadi bagian dari promosi secara tidak langsung.
“Kalau wisatawan merasa aman, nyaman dan mendapatkan pengalaman yang berkesan, mereka bisa datang kembali. Bahkan mereka bisa menceritakan pengalamannya kepada keluarga dan teman-temannya di daerah atau negara asal,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pariwisata bukan hanya soal membangun objek wisata. Lebih dari itu, diperlukan pengelolaan yang melibatkan berbagai pihak dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas.
Kolaborasi antara pemerintah, pemilik hak ulayat, masyarakat kampung, pelaku usaha dan pelaku pariwisata harus dibangun sejak awal. Setelah itu, kebutuhan pendukung seperti akses jalan, kebersihan, toilet, tempat istirahat, informasi wisata, keamanan hingga fasilitas bagi wisatawan dapat dikembangkan secara bertahap.
“Kalau kolaborasi antara pemerintah, pemilik hak ulayat dan masyarakat sudah berjalan dengan baik, tinggal sarana dan prasarana yang dilengkapi. Masing-masing pihak harus memiliki tugas dan fungsi yang jelas,” katanya.
Nicky menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan pelaku usaha. Keterlibatan masyarakat adat sebagai pemilik wilayah dan potensi wisata juga menjadi bagian penting.
Karena itu, masyarakat di kampung-kampung yang memiliki objek wisata diharapkan semakin terbuka menerima kunjungan wisatawan serta membangun kerja sama dengan HPI maupun pelaku pariwisata lainnya.
Menurutnya, wisatawan yang datang harus mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan. Pengalaman positif tersebut sangat penting karena wisatawan dapat menjadi bagian dari promosi secara tidak langsung.
“Kalau wisatawan merasa aman, nyaman dan mendapatkan pengalaman yang berkesan, mereka bisa datang kembali. Bahkan mereka bisa menceritakan pengalamannya kepada keluarga dan teman-temannya di daerah atau negara asal,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pariwisata bukan hanya soal membangun objek wisata. Lebih dari itu, diperlukan pengelolaan yang melibatkan berbagai pihak dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas.
Kolaborasi antara pemerintah, pemilik hak ulayat, masyarakat kampung, pelaku usaha dan pelaku pariwisata harus dibangun sejak awal. Setelah itu, kebutuhan pendukung seperti akses jalan, kebersihan, toilet, tempat istirahat, informasi wisata, keamanan hingga fasilitas bagi wisatawan dapat dikembangkan secara bertahap.
“Kalau kolaborasi antara pemerintah, pemilik hak ulayat dan masyarakat sudah berjalan dengan baik, tinggal sarana dan prasarana yang dilengkapi. Masing-masing pihak harus memiliki tugas dan fungsi yang jelas,” katanya.