Sunday, March 15, 2026
25.5 C
Jayapura

DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua Bahas Perluasan Akses Pasar Modal

SENTANI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura menggelar audiensi dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua guna membahas penguatan kolaborasi untuk memperluas akses pasar modal di Kabupaten Jayapura.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperluas akses pasar modal, serta membuka peluang pembiayaan alternatif bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

“Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara DPMPTSP dan BEI Papua dalam menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua,” jelasnya, Kamis (12/3).

Lanjutnya, dalam pertemuan tersebut pihaknya juga menyampaikan dokumen program kolaborasi yang memuat tujuh inisiatif utama yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2026.

Baca Juga :  Bappeda Akui Masih Banyak Aset Yang Belum Ditarik Kembali

Adapun tujuh program kolaborasi yang direncanakan antara DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua meliputi sosialisasi pasar modal kepada UMKM, ASN, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, pembentukan Sekolah Pasar Modal Daerah (SPMD).

Serta pendampingan Klinik Go Public bagi pelaku usaha skala menengah yang ingin mempersiapkan diri menuju penawaran saham perdana atau IPO.

Selain itu, juga direncanakan penyelenggaraan Papua Investment Forum sebagai ajang pertemuan antara pelaku usaha, investor dan pemangku kepentingan, pengembangan galeri investasi di sekolah, kampus dan distrik, kampanye investasi aman melalui berbagai media serta penyediaan pojok investasi di titik-titik layanan publik.

“Melalui kerja sama ini, kaki berharap kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pasar modal, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta menghadirkan alternatif pembiayaan yang lebih luas guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Baca Juga :  Oknum Pendamping PKH, Diduga Gelapkan Dana KPM

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat, membuka akses pendanaan formal bagi UMKM, mencetak investor lokal yang kompeten, serta memperkuat iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura.
DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua juga berencana segera menindaklanjuti hasil audiensi dengan penyusunan timeline pelaksanaan program serta pembentukan tim teknis kolaborasi. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

SENTANI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura menggelar audiensi dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua guna membahas penguatan kolaborasi untuk memperluas akses pasar modal di Kabupaten Jayapura.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperluas akses pasar modal, serta membuka peluang pembiayaan alternatif bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

“Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara DPMPTSP dan BEI Papua dalam menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua,” jelasnya, Kamis (12/3).

Lanjutnya, dalam pertemuan tersebut pihaknya juga menyampaikan dokumen program kolaborasi yang memuat tujuh inisiatif utama yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2026.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah di Sentani Ludes Terbakar

Adapun tujuh program kolaborasi yang direncanakan antara DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua meliputi sosialisasi pasar modal kepada UMKM, ASN, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, pembentukan Sekolah Pasar Modal Daerah (SPMD).

Serta pendampingan Klinik Go Public bagi pelaku usaha skala menengah yang ingin mempersiapkan diri menuju penawaran saham perdana atau IPO.

Selain itu, juga direncanakan penyelenggaraan Papua Investment Forum sebagai ajang pertemuan antara pelaku usaha, investor dan pemangku kepentingan, pengembangan galeri investasi di sekolah, kampus dan distrik, kampanye investasi aman melalui berbagai media serta penyediaan pojok investasi di titik-titik layanan publik.

“Melalui kerja sama ini, kaki berharap kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pasar modal, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta menghadirkan alternatif pembiayaan yang lebih luas guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Berita Hoax

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat, membuka akses pendanaan formal bagi UMKM, mencetak investor lokal yang kompeten, serta memperkuat iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura.
DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua juga berencana segera menindaklanjuti hasil audiensi dengan penyusunan timeline pelaksanaan program serta pembentukan tim teknis kolaborasi. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya