Orang Tua Diminta Pahami Kuota Penerimaan Siswa Baru
SENTANI – Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya tampung sekolah dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Menurut Kelasina, SMA Negeri 1 Sentani tahun ini hanya menerima 12 rombongan belajar (rombel) atau sebanyak 432 siswa sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan.
“Kuota kami hanya 12 rombel atau 432 siswa. Kami tidak bisa menambah rombel lagi karena sudah sesuai aturan. Jika ditambah, maka akan bermasalah dalam sistem Dapodik,”ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah lulusan SMP di Kota Sentani setiap tahun jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia di SMA Negeri 1 Sentani. Bahkan, SMP Negeri 2 Sentani saja tahun ini meluluskan 401 siswa, belum termasuk lulusan dari SMP Negeri 1 Sentani, SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, sekolah swasta, dan sekolah lainnya.
“Kalau dihitung seluruh sekolah negeri dan swasta, jumlah lulusan SMP mencapai ribuan siswa. Sementara di Kota Sentani hanya ada satu SMA negeri, yaitu SMA Negeri 1 Sentani,”katanya.
Karena itu, pihak sekolah berharap orang tua dapat menerima apabila anaknya belum berhasil diterima di SMA Negeri 1 Sentani dan mempertimbangkan sekolah lain yang tersedia, baik sekolah swasta maupun sekolah kejuruan. “Kami berharap orang tua memahami kondisi ini. Masih banyak sekolah lain di sekitar Sentani yang bisa menjadi pilihan bagi siswa,” ujarnya.
Orang Tua Diminta Pahami Kuota Penerimaan Siswa Baru
SENTANI – Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya tampung sekolah dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Menurut Kelasina, SMA Negeri 1 Sentani tahun ini hanya menerima 12 rombongan belajar (rombel) atau sebanyak 432 siswa sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan.
“Kuota kami hanya 12 rombel atau 432 siswa. Kami tidak bisa menambah rombel lagi karena sudah sesuai aturan. Jika ditambah, maka akan bermasalah dalam sistem Dapodik,”ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah lulusan SMP di Kota Sentani setiap tahun jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia di SMA Negeri 1 Sentani. Bahkan, SMP Negeri 2 Sentani saja tahun ini meluluskan 401 siswa, belum termasuk lulusan dari SMP Negeri 1 Sentani, SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, sekolah swasta, dan sekolah lainnya.
“Kalau dihitung seluruh sekolah negeri dan swasta, jumlah lulusan SMP mencapai ribuan siswa. Sementara di Kota Sentani hanya ada satu SMA negeri, yaitu SMA Negeri 1 Sentani,”katanya.
Karena itu, pihak sekolah berharap orang tua dapat menerima apabila anaknya belum berhasil diterima di SMA Negeri 1 Sentani dan mempertimbangkan sekolah lain yang tersedia, baik sekolah swasta maupun sekolah kejuruan. “Kami berharap orang tua memahami kondisi ini. Masih banyak sekolah lain di sekitar Sentani yang bisa menjadi pilihan bagi siswa,” ujarnya.