SENTANI – Kampung Yoboi (Boboi), Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, dikenal sebagai salah satu kampung wisata unggulan dengan ciri khas Festival Ulat Sagu dan sebutan Kampung Warna-Warni.
Di tengah kampung wisata yang berada di atas Danau Sentani ini, berdiri satu sekolah dasar, yakni SD YPK Ifar Babrongko, yang menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak setempat. SD YPK Ifar Babrongko memiliki 6 ruang kelas dan 1 ruang guru, dengan total 60 siswa dari kelas I hingga VI.
Sekolah ini didukung oleh 8 tenaga pengajar, terdiri dari 3 guru ASN dan 5 guru kontrak. Karena berada di atas danau, seluruh bangunan sekolah, termasuk halaman upacara, didirikan dengan konstruksi semi rumah papan.
Kepala SD YPK Ifar Babrongko, Martha Ayakeding, mengatakan kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat membantu anak-anak sekolah, khususnya di wilayah danau yang memiliki keterbatasan sosial dan ekonomi.
“Latar belakang anak-anak di sini sama, pasti ada yang lebih dan ada yang kurang. Dengan adanya MBG yang dicanangkan oleh Bapak Prabowo, anak-anak sangat tertolong. Kehadiran mereka di sekolah meningkat dan mereka punya kemampuan belajar yang sama sehingga tidak tertinggal,” ujar Martha, belum lama ini, Kamis (8/1) lalu.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada kehadiran siswa, tetapi juga pada konsentrasi dan semangat belajar. Anak-anak yang sebelumnya berisiko kurang gizi kini mendapatkan asupan yang lebih baik.
“Untuk makanannya sudah sangat luar biasa dan memenuhi syarat bagi anak-anak yang kurang gizi. Ini sangat menolong sekali,” tambahnya.
Namun demikian, Martha berharap ke depan waktu pelayanan MBG dapat disesuaikan, khususnya agar makanan disajikan saat jam istirahat sekolah.
“Kalau bisa, pelayanannya dilakukan di jam istirahat. Jangan sampai terlalu siang karena anak-anak menunggu lama, waktu belajar mereka berkurang dan semangatnya menurun,” jelasnya.