Monday, March 9, 2026
25 C
Jayapura

Disnakertrans Siapkan Edaran dan Posko Pengaduan THR 2026

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tengah menyiapkan surat edaran terkait pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja atau buruh perusahaan tahun 2026.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada rilis peraturan dari enam kementerian yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 3 Maret 2026.

Menurutnya, surat edaran tersebut masih dalam tahap pengesahan oleh Bupati Jayapura sebelum disampaikan kepada seluruh perusahaan dan pekerja di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Pada dasarnya isi edaran yang disiapkan sama dengan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Perbedaannya hanya pada tata laksana pengawasan yang kami sesuaikan dengan kondisi di Kabupaten Jayapura,” ujar Edward, Jumat (6/3).

Baca Juga :  Siap Dukung Pemilu Damai 2024

Ia menjelaskan, dalam edaran tersebut diatur bahwa pekerja yang berhak menerima THR adalah pekerja tetap, pekerja kontrak, maupun pekerja harian lepas yang telah bekerja minimal satu bulan. Besaran THR dihitung berdasarkan masa kerja dengan acuan satu bulan upah. Selain itu, perusahaan diwajibkan membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

“Apabila perusahaan telah memiliki perjanjian kerja bersama dengan pekerja dan besaran THR yang disepakati lebih besar dari ketentuan pemerintah, maka perusahaan dapat menggunakan kesepakatan tersebut,” jelasnya.

Disnakertrans Kabupaten Jayapura juga menyiapkan mekanisme pengawasan pelaksanaan THR dengan membuka posko pengaduan bagi pekerja.

Pengaduan dapat dilakukan melalui tiga jalur, yaitu aplikasi nasional Siap Kerja, pengaduan langsung secara manual di Kantor Disnakertrans Kabupaten Jayapura, serta melalui portal Google Form yang disiapkan untuk memudahkan pekerja menyampaikan laporan.

Baca Juga :  Polres Musnahkan Barang Bukti  Ganja 1 Kg

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tengah menyiapkan surat edaran terkait pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja atau buruh perusahaan tahun 2026.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada rilis peraturan dari enam kementerian yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 3 Maret 2026.

Menurutnya, surat edaran tersebut masih dalam tahap pengesahan oleh Bupati Jayapura sebelum disampaikan kepada seluruh perusahaan dan pekerja di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Pada dasarnya isi edaran yang disiapkan sama dengan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Perbedaannya hanya pada tata laksana pengawasan yang kami sesuaikan dengan kondisi di Kabupaten Jayapura,” ujar Edward, Jumat (6/3).

Baca Juga :  Pemkab Jayapura Optimis Angka Stunting Kurang dari 14 Persen

Ia menjelaskan, dalam edaran tersebut diatur bahwa pekerja yang berhak menerima THR adalah pekerja tetap, pekerja kontrak, maupun pekerja harian lepas yang telah bekerja minimal satu bulan. Besaran THR dihitung berdasarkan masa kerja dengan acuan satu bulan upah. Selain itu, perusahaan diwajibkan membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

“Apabila perusahaan telah memiliki perjanjian kerja bersama dengan pekerja dan besaran THR yang disepakati lebih besar dari ketentuan pemerintah, maka perusahaan dapat menggunakan kesepakatan tersebut,” jelasnya.

Disnakertrans Kabupaten Jayapura juga menyiapkan mekanisme pengawasan pelaksanaan THR dengan membuka posko pengaduan bagi pekerja.

Pengaduan dapat dilakukan melalui tiga jalur, yaitu aplikasi nasional Siap Kerja, pengaduan langsung secara manual di Kantor Disnakertrans Kabupaten Jayapura, serta melalui portal Google Form yang disiapkan untuk memudahkan pekerja menyampaikan laporan.

Baca Juga :  23 Cabor akan Beradu di Porkab II

Berita Terbaru

Artikel Lainnya