Saturday, February 7, 2026
26.9 C
Jayapura

Palang Memalang, Banyak Yang Dirugikan

JAYAPURA  Kasus pemalangan fasilitas umum di Kabupaten Jayapura menyisakhkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura setiap tahun.  Umumnya pemalangan dilakukan masyarakat adat, pemilik hak ulayat terhadap kantor pemerintah, fasilitas jalan, sekolah, fasilitas kesehatan hingga fasilitas umumlannya.

Yang terakhir adanya pemalangan Puskesmas Komba dan SD Negeri Dunlop yang hingga saat ini belum dibuka.

Menanggapi situasi ini, Pj. Bupati Jayapura Samuel Siriwa menjelaskan untuk SD yang masih dipalang perlu ada pembahasan bersama di para-para adat antara pihak keluarga pemilik tanah, dan pemerintah untuk membahas permasalahan tersebut.

“Harus ada kesempatan baik, disini kami melihat ada beberapa kepentingan yang harus diperjelas,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (7/1) kemarin.

Baca Juga :  Kelola Anggaran Rp 8,3 Miliar,  Dinsos Fokus Panti Asuhan hingga Stunting
Puskesmas  Komba yang belum dapat beroperasi, akibat dipalang pada 23 Desember 2024 lalu, Selasa (7/1) kemarin.(Yohana/Cepos)

  Sementara terkait puskesmas Komba yang masih dipalang, menurut Pj. Bupati Jayapura itu merupakan permasalahan ganti rugi.

“Saya bersedia didatangi, untuk berdialog terkait permasalahan tersebut, karena yang rugi dari dampak pemalangan tersebut adalah masyarakat sekitar yang tidak dapat pelayanan kesehatan, ” jelasnya.

  Banyak masyarakat yang akan dirugikan, baik dalam waktu perjalanan yang tadinya cukup jalan kaki sampai, ini harus naik kendaraan ke puskesmas lain.

“Saya menghimbau jika ada sesuatu yang ingin diaspirasikan secara baik, agar layanan publik yaitu layanan kesehatan kita tidak terganggu, ” jelasnya. (ana)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Prof Freddy Sokoy:  MRP Memiliki Banyak Tugas Untuk Orang Asli Papua

JAYAPURA  Kasus pemalangan fasilitas umum di Kabupaten Jayapura menyisakhkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura setiap tahun.  Umumnya pemalangan dilakukan masyarakat adat, pemilik hak ulayat terhadap kantor pemerintah, fasilitas jalan, sekolah, fasilitas kesehatan hingga fasilitas umumlannya.

Yang terakhir adanya pemalangan Puskesmas Komba dan SD Negeri Dunlop yang hingga saat ini belum dibuka.

Menanggapi situasi ini, Pj. Bupati Jayapura Samuel Siriwa menjelaskan untuk SD yang masih dipalang perlu ada pembahasan bersama di para-para adat antara pihak keluarga pemilik tanah, dan pemerintah untuk membahas permasalahan tersebut.

“Harus ada kesempatan baik, disini kami melihat ada beberapa kepentingan yang harus diperjelas,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (7/1) kemarin.

Baca Juga :  TC Berbuah Manis, Persipura Pesta Gol
Puskesmas  Komba yang belum dapat beroperasi, akibat dipalang pada 23 Desember 2024 lalu, Selasa (7/1) kemarin.(Yohana/Cepos)

  Sementara terkait puskesmas Komba yang masih dipalang, menurut Pj. Bupati Jayapura itu merupakan permasalahan ganti rugi.

“Saya bersedia didatangi, untuk berdialog terkait permasalahan tersebut, karena yang rugi dari dampak pemalangan tersebut adalah masyarakat sekitar yang tidak dapat pelayanan kesehatan, ” jelasnya.

  Banyak masyarakat yang akan dirugikan, baik dalam waktu perjalanan yang tadinya cukup jalan kaki sampai, ini harus naik kendaraan ke puskesmas lain.

“Saya menghimbau jika ada sesuatu yang ingin diaspirasikan secara baik, agar layanan publik yaitu layanan kesehatan kita tidak terganggu, ” jelasnya. (ana)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Astra Motor Papua Berbagi Kasih dengan Lansia di Panti Bina Lanjut Usia Sentani

Berita Terbaru

Artikel Lainnya