Saturday, April 11, 2026
30.7 C
Jayapura

Biasanya Parkir di Pelabuhan, Kini Sampai di Jalan Raya

SENTANI – Tingginya debit air Danau Sentani berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan pulau, termasuk di Kampung Asei Pulau. Seorang warga Asei Pulau, Oktovianus Pepuho, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kondisi air danau terus meningkat, bahkan telah menggenangi area yang biasanya kering.

“Biasanya kalau air surut, saya parkir perahu di dermaga. Tapi sekarang air sudah naik, saya bisa parkir perahu di depan tugu Khalkote, karena air sudah setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, air telah memenuhi kawasan yang biasa digunakan untuk pelaksanaan Festival Danau Sentani, sehingga perahu dayung kini bisa digunakan hingga ke jalan aspal.
Meski kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan dan cukup mengganggu, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Baca Juga :  Papan Nama  Bandara Sentani Belum Diganti

“Air memang naik, tapi kami tetap beraktivitas. Yang melaut tetap cari ikan, anak-anak tetap sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, warga Kampung Ayapo, Marthenluter Eha, mengaku terdampak dari sisi ekonomi akibat kondisi tersebut. Sebagai pengemudi speedboat dengan rute Ayapo – Asei, ia mengaku mengalami penurunan pendapatan karena berkurangnya jumlah penumpang.

SENTANI – Tingginya debit air Danau Sentani berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan pulau, termasuk di Kampung Asei Pulau. Seorang warga Asei Pulau, Oktovianus Pepuho, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kondisi air danau terus meningkat, bahkan telah menggenangi area yang biasanya kering.

“Biasanya kalau air surut, saya parkir perahu di dermaga. Tapi sekarang air sudah naik, saya bisa parkir perahu di depan tugu Khalkote, karena air sudah setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, air telah memenuhi kawasan yang biasa digunakan untuk pelaksanaan Festival Danau Sentani, sehingga perahu dayung kini bisa digunakan hingga ke jalan aspal.
Meski kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan dan cukup mengganggu, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Baca Juga :  Pembatasan Waktu  Berlaku Sejak Surat Edaran Bupati Terbit

“Air memang naik, tapi kami tetap beraktivitas. Yang melaut tetap cari ikan, anak-anak tetap sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, warga Kampung Ayapo, Marthenluter Eha, mengaku terdampak dari sisi ekonomi akibat kondisi tersebut. Sebagai pengemudi speedboat dengan rute Ayapo – Asei, ia mengaku mengalami penurunan pendapatan karena berkurangnya jumlah penumpang.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya