alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, July 3, 2022

Normalisasi Sungai dan Pemukiman Warga Dilakukan Bertahap

Kondisi rumah warga di Kampung Kemiri yang terdampak banjir bandang, Sabtu, (16/3), lalu. Pemkab Jayapura berkomitmen untuk melakukan normalisasi bagi semua titik yang terdampak banjir tersebut. ( FOTO : Robert Mboik Cepos )

SENTANI-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Terry Ayomi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah pekerjaan untuk pemuliham dan normalisasi beberapa  sungai yang rusak akibat banjir bandang, Sabtu, (16/3), lalu.

“Pekerjaan masih terus dilakukan namun dilaksanakan secara bertahap,”ungkap Terry Ayomi saat ditemui Cenderawasih Pos di Kantor PU Kabupaten Jayapura, Selasa (2/4).

Dia menyebutkan, ada beberapa kawasan pemukiman yang dilanda bencana banjir, namun  tidak semua memiliki tingkat kerugian atau kerusakan yang sama. Salah satu kawasan yang paling terdampak  adalah kawasan pemukiman Sosial hingga kompleks batalyon 751serta kawasan pemukiman depan ruas jalan Kemiri Sentani. Menurutnya, kondisi ini disebabkan karena meluapnya salah satu sungai yang berada di belakang kawasan pemukiman Sosial Sentani. Diakuinya, kompleks pemukiman itu memang kembali diterjang banjir yang terjadi, Sabtu (30/3), malam. Ini disebabkan kawasan daerah aliran sungai yang mengalir di belakang pemukiman sosial itu belum selesai dinormalisasi. Sebenarnya pemerintah saat ini sudah mulai melakukan  menormalisasi sungai tersebut, tapi pekerjaanya dimulai dari daerah hilir. Ini bertujuan agar aliran air yang berasal dari hulu sungai itu tidak lagi menyebar di kawasan hilir sungai yang nota bene memiliki banyak pemukiman warga.

Baca Juga :  Siapkan Program Terpadu untuk Warga Distrik Airu

“Kami sedikit terlambat karena saat pekerjaan berlangsung banyak warga yang minta untuk membersihkan gang di setiap kompleks pemukiman yang dilalui para pekerja,”bebernya.

Dia mengatakan, pihaknya sengaja tidak melakukan normalisasi sungai dari kawasan hulu, karena dikhawatirkan air akan kembali merusak pemukiman warga di daerah hilir. 

Diakui, pekerjaan ini tidak bisa dilakukan sekaligus dalam waktu yang relatif singkat, apalagi memenuhi satu persatu permintaan maupun pengaduan dari masyarakat.

“Ini butuh waktu, proses. Kita tidak bisa selesaikan ini dalam sekejap. Tentu ada skala prioritas yang harus kita benahi, di mana lokasi dampaknya besar itu yang kita ditangani dulu,” terangnya. 

Dia berharap kepada warga yang terkena dampak supaya tetap bersabar. Pada dasarnya pemerintah tetap melakukan pemulihan dan normalisasi terhadap titik atau daerah yang terkena dampak dari bencana ini.(roy/tho)

Baca Juga :  Pengumuman Hasil Tes CPNS Tunggu Petunjuk dari Pusat
Kondisi rumah warga di Kampung Kemiri yang terdampak banjir bandang, Sabtu, (16/3), lalu. Pemkab Jayapura berkomitmen untuk melakukan normalisasi bagi semua titik yang terdampak banjir tersebut. ( FOTO : Robert Mboik Cepos )

SENTANI-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Terry Ayomi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah pekerjaan untuk pemuliham dan normalisasi beberapa  sungai yang rusak akibat banjir bandang, Sabtu, (16/3), lalu.

“Pekerjaan masih terus dilakukan namun dilaksanakan secara bertahap,”ungkap Terry Ayomi saat ditemui Cenderawasih Pos di Kantor PU Kabupaten Jayapura, Selasa (2/4).

Dia menyebutkan, ada beberapa kawasan pemukiman yang dilanda bencana banjir, namun  tidak semua memiliki tingkat kerugian atau kerusakan yang sama. Salah satu kawasan yang paling terdampak  adalah kawasan pemukiman Sosial hingga kompleks batalyon 751serta kawasan pemukiman depan ruas jalan Kemiri Sentani. Menurutnya, kondisi ini disebabkan karena meluapnya salah satu sungai yang berada di belakang kawasan pemukiman Sosial Sentani. Diakuinya, kompleks pemukiman itu memang kembali diterjang banjir yang terjadi, Sabtu (30/3), malam. Ini disebabkan kawasan daerah aliran sungai yang mengalir di belakang pemukiman sosial itu belum selesai dinormalisasi. Sebenarnya pemerintah saat ini sudah mulai melakukan  menormalisasi sungai tersebut, tapi pekerjaanya dimulai dari daerah hilir. Ini bertujuan agar aliran air yang berasal dari hulu sungai itu tidak lagi menyebar di kawasan hilir sungai yang nota bene memiliki banyak pemukiman warga.

Baca Juga :  Pengumuman Hasil Tes CPNS Tunggu Petunjuk dari Pusat

“Kami sedikit terlambat karena saat pekerjaan berlangsung banyak warga yang minta untuk membersihkan gang di setiap kompleks pemukiman yang dilalui para pekerja,”bebernya.

Dia mengatakan, pihaknya sengaja tidak melakukan normalisasi sungai dari kawasan hulu, karena dikhawatirkan air akan kembali merusak pemukiman warga di daerah hilir. 

Diakui, pekerjaan ini tidak bisa dilakukan sekaligus dalam waktu yang relatif singkat, apalagi memenuhi satu persatu permintaan maupun pengaduan dari masyarakat.

“Ini butuh waktu, proses. Kita tidak bisa selesaikan ini dalam sekejap. Tentu ada skala prioritas yang harus kita benahi, di mana lokasi dampaknya besar itu yang kita ditangani dulu,” terangnya. 

Dia berharap kepada warga yang terkena dampak supaya tetap bersabar. Pada dasarnya pemerintah tetap melakukan pemulihan dan normalisasi terhadap titik atau daerah yang terkena dampak dari bencana ini.(roy/tho)

Baca Juga :  40 Ikut Rapid Test, Lima ASN Reaktif

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/