Sementara SRU II melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir pantai dengan bantuan drone. Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 16.30 WIT dan dilanjutkan dengan debriefing serta pembaruan berita acara SAR.
“Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya satu unit truk personel, satu unit Rescue D-Max, satu unit LCR, dua unit speed boat, satu unit AquaEye, dua unit drone, serta perlengkapan SAR pendukung lainnya,” jelas Silvia.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, yakni Basarnas, Polsek Bonggo, Koramil Bonggo, Yonif TP/809 NTM Sarmi, Polair Polres Sarmi, serta pihak keluarga korban.
Silvia juga menjelaskan kronologi peristiwa nahas tersebut. Kejadian bermula pada Kamis (1/1) sekitar pukul 12.30 WIT, saat korban bersama dua rekannya mandi di Pantai Taronta SP 2 Bonggo. Ketiganya berenang agak jauh dari bibir pantai, namun tiba-tiba terseret arus kuat.
Dua teman korban berhasil diselamatkan oleh warga setempat, sementara korban Seldjun Oktariani tenggelam dan tidak sempat tertolong. Upaya pencarian awal yang dilakukan oleh keluarga dan teman korban belum membuahkan hasil, sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Pos SAR Sarmi untuk mendapatkan bantuan pencarian. (rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos