WAMENA – Pemprov Papua Pegunungan bersama dengan Pemkab 8 Kabupaten yang didukung oleh Kementrian Kehutanan melakukan workshop penyusunan rencana kerja untuk program Indonesia’s Folu Net Sink 2030.
Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Pegunungan Lince Kogoya, S.IP menyatakan Workshop penyusunan Rencana Kerja Subnasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Pegunungan bentuk keseriusan Indonesia dalam menangani issue perubahan iklim ditandai dengar pencanagan komitmen Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
“Melalui rencana operasional FOLU Net Sink 2030 kita akan berusaha melakukan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca pada sektor Kehutanan dan penggunahan lahan lainnya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan siap mendukung dan melaksanakan aksi-aksi perbaikan dan pengelolaan ingkungan untuk percepatan Indonesia FOLU Net Sink 2030,”ungkapnya Rabu (22/4) di Hotel Baliem Pilamo Wamena.
Menurutnya, penyimpanan karbon paling terbesar pada lahan gambut dan hutan hujan tropis menyimpang 57 miliar ton karbon, hutan menyerap emisi Nasional pertahanan terakhir lawan krisis iklim secara global dan rentan kebakaran hutan sehingga posisi Papua Pegunungan menjadi benteng terakhir karbon Nasional.
“Posisi Papua Pegunungan menjadi benteng terakhir karbon nasional karena memiliki tutupan hutan primer yang sangat luas. Peran provinsi ini bukan lagi sekadar menanam, melainkan mempertahankan hutan yang ada agar emisi tidak terlepas ke atmosfer,”jelas mantan Plt Sekretaris MRPP
Mantan Kepala Distrik Wamena Kota mengaku, untuk tantangan geografis dan aksesibilitas menjadi kendala baik itu logistik dan monitoring wilayah sebab topografi yang ekstrem menantang pengawasan hutan secara fisik sehingga perlu didorong penggunaan teknologi satelit dan penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di lapangan.
WAMENA – Pemprov Papua Pegunungan bersama dengan Pemkab 8 Kabupaten yang didukung oleh Kementrian Kehutanan melakukan workshop penyusunan rencana kerja untuk program Indonesia’s Folu Net Sink 2030.
Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Pegunungan Lince Kogoya, S.IP menyatakan Workshop penyusunan Rencana Kerja Subnasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Pegunungan bentuk keseriusan Indonesia dalam menangani issue perubahan iklim ditandai dengar pencanagan komitmen Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
“Melalui rencana operasional FOLU Net Sink 2030 kita akan berusaha melakukan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca pada sektor Kehutanan dan penggunahan lahan lainnya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan siap mendukung dan melaksanakan aksi-aksi perbaikan dan pengelolaan ingkungan untuk percepatan Indonesia FOLU Net Sink 2030,”ungkapnya Rabu (22/4) di Hotel Baliem Pilamo Wamena.
Menurutnya, penyimpanan karbon paling terbesar pada lahan gambut dan hutan hujan tropis menyimpang 57 miliar ton karbon, hutan menyerap emisi Nasional pertahanan terakhir lawan krisis iklim secara global dan rentan kebakaran hutan sehingga posisi Papua Pegunungan menjadi benteng terakhir karbon Nasional.
“Posisi Papua Pegunungan menjadi benteng terakhir karbon nasional karena memiliki tutupan hutan primer yang sangat luas. Peran provinsi ini bukan lagi sekadar menanam, melainkan mempertahankan hutan yang ada agar emisi tidak terlepas ke atmosfer,”jelas mantan Plt Sekretaris MRPP
Mantan Kepala Distrik Wamena Kota mengaku, untuk tantangan geografis dan aksesibilitas menjadi kendala baik itu logistik dan monitoring wilayah sebab topografi yang ekstrem menantang pengawasan hutan secara fisik sehingga perlu didorong penggunaan teknologi satelit dan penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di lapangan.