Ia juga menyebutkan untuk modal usaha ini, pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sudah menganggarkan untuk satu orang dibantu Rp 10 juga, syarat salurnya akan diserahkan secara simbolis dan nama mereka terupdate semua di Bank Papua atau memiliki rekening, bantuan ini bersumber dari dana Otsus Papua.
“Ini bertujuan untuk memberdayakan Orang Asli Papua, begitu juga dengan tempat ibadah yang ada dalam kota Wamena kita tak membedakan, namun harus dilakukan secara bertahap, karena pemerintahan ini bukan hanya setahun saja tapi akan berlanjut sehingga dimulai dari ibukota provinsi,”kata Mantan Bupati Mamberamo Raya
Mantan Bupati Tolikara juga mengaku dukungan yang diberikan oleh pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menjadi satu perhatian yang bersifat khusus pada seluruh warga diwilayah ini khususnya dibidang keagamaan mereka merasa tertolong sebab selama ini mereka membangun dengan sumbangan sukarelayang di kumpul, makan bersama.
“Ini satu kebersamaan yang luar biasa karena itu kita pemerintah harus hadir ditengah mereka untuk melihat dan menjawab persoalan ini bersama -sama, pemerintah juga tak bisa jalan sendiri karena gereja juga mejadi mitra pemerintah,”beber Tabo.
Gubernur juga berterimakasih kepada DPRP Papua Pegunungan yang telah menyetujui APBD TA 2025 ini sehingga apa yang sudah di programkan saat ini bisa di realisasikan, namun untuk bantuan ini disesuaikan dengan nama -nama yang masuk dalam program tersebut. karena Untuk Tahun depan pemprov Papua Pegunungan akan melihat kemampuan viskal anggaran.
“Kalau APBD kita menunjang, seperti tahun ini untuk keseluruhan mencapai Rp 1,8 Trilyun namun karena program pemerintah sudah masuk dan masih ada sisa, ini yang diprogramkan masuk ke bantuan kepada masyarakat, kalau tahun depan viskal kita menurun sehingga masyarakat diharapkan bersabar,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos