WAMENA – Badan Pusat Ststistik (BPS) Jayawijaya memastikan menjelang perayaan Nyepi, dan Idul Fitri 1447 Hijria tahun 2026, untuk inflasi di Kabupaten Jayawijaya masih cukup terkendali mencapai 0,63 persen, sehingga secara nasional untuk inflasi di wilayah Jayawijaya sebagai barometer Papua pegunungan mencapai 4,46 persen.
Kepala BPS Jayawijaya Arther Ludwik Pamissa menyatakan menjelang perayaan hari besar keagamaan dapat dipastikan inflasi di wilayah Jayawijaya masih cukup terkendali, sehingga juga mempengaruhi harga di beberapa kabupaten pemekaran terdekat sehingga untuk didaerah hanya mencapao 0,63 persen. sementara untuk tingkat nasional mencapai 4.46 persen
“Dengan pencapaian saat ini 4.46 persen maka inflasi di wilayah Kabupaten Jayawijaya yang menjadi barometer untuk Provinsi Papua Pegunungan masih dikategorikan stabil atau inflasi daerah masih cukup terkendali,”ungkapnya Selasa (10/3) di Wamena.
Ia juga mengaku terkendalinya inflasi di Kabupaten Jayawijaya ini dipengaruhi dari adanya beberapa program pemerintah daerah seperti operasi pasar murah dan kemudian ada sidak pasar yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, ini juga mempengaruhi stabilitas harga di pasaran Wamena.
“Beberapa hari lalu kita turun ke pasar -pasar, toko, kios yang ada di Wamena untuk memastikan stabilitas harga yang dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya sehingga dipastikan inflasi kita masih bisa terkendali menjelang hari besar keagamaan,”kata Arther
WAMENA – Badan Pusat Ststistik (BPS) Jayawijaya memastikan menjelang perayaan Nyepi, dan Idul Fitri 1447 Hijria tahun 2026, untuk inflasi di Kabupaten Jayawijaya masih cukup terkendali mencapai 0,63 persen, sehingga secara nasional untuk inflasi di wilayah Jayawijaya sebagai barometer Papua pegunungan mencapai 4,46 persen.
Kepala BPS Jayawijaya Arther Ludwik Pamissa menyatakan menjelang perayaan hari besar keagamaan dapat dipastikan inflasi di wilayah Jayawijaya masih cukup terkendali, sehingga juga mempengaruhi harga di beberapa kabupaten pemekaran terdekat sehingga untuk didaerah hanya mencapao 0,63 persen. sementara untuk tingkat nasional mencapai 4.46 persen
“Dengan pencapaian saat ini 4.46 persen maka inflasi di wilayah Kabupaten Jayawijaya yang menjadi barometer untuk Provinsi Papua Pegunungan masih dikategorikan stabil atau inflasi daerah masih cukup terkendali,”ungkapnya Selasa (10/3) di Wamena.
Ia juga mengaku terkendalinya inflasi di Kabupaten Jayawijaya ini dipengaruhi dari adanya beberapa program pemerintah daerah seperti operasi pasar murah dan kemudian ada sidak pasar yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, ini juga mempengaruhi stabilitas harga di pasaran Wamena.
“Beberapa hari lalu kita turun ke pasar -pasar, toko, kios yang ada di Wamena untuk memastikan stabilitas harga yang dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya sehingga dipastikan inflasi kita masih bisa terkendali menjelang hari besar keagamaan,”kata Arther