Pembelian BBM Secara Tidak Wajar, Dikeluhkan

WAMENA—Adanya oknum warga yang membeli BBM di setiap SPBU di Kota Wamena secara tidak wajar, dikeluhkan warga. Oknum warga ini sengaja antri BBM berulang-ulang, memodifikasi tangki pengisian sampai dengan mengisi pada gentong yang dimuat di belakang mobil.

Ironisnya perbuatan oknum ini dilakukan di tengah masyarakat yang sedang menganti BBM di SPBU, sehingga menjadi pertanyaan besar dari masyarakat, mengapa oknum ini diperbolehkan membeli BBM dengan tidak wajar.

Warga juga beramai -ramai memposting cara pembelian BBM yang berlebihan ini ke grup -gup whatsapp di Jayawijaya dan meminta kepada anggota DPRD dan pemerintah daerah segera mengambil langkah -langkah untuk menertibkan pembelian BBM secara berlebihan ini.

Baca Juga :  Mobil Tangki Rakitan Dibekuk Tim Tipidter Polda

Salah seorang warga yang tidak ingin menyebutkan namanya kepada Cenderawasih Pos mengatkan, penertiban  pembelian BBM secara tidak wajar ini harus dilakukan pemerintah.

“Ini poertanyaan buat kita, mengapa mereka bisa membeli BBM dengan cara yang tidak normal seperti itu, kami sebagai masyarakat harap DPRD Jayawijaya dan pemerintah bisa melihat masalah ini dan oknum tersebut ditertibkan,”bebernya saat ditemui di Halaman SPBU Lasminingsih Wamena, kemarin.

Ia menyatakan, masalah ini bukanlah masalah yang baru, tapi ini masalah lama yang sudah sering kali terjadi, ketika ada petugas yang turun melakukan Sidak maka pengisian BBM berlangsung dengan normal, namun kalau tidak ada pengawasan maka kecurangan -kecurangan ini akan terus dilakukan.

Baca Juga :  Semester Pertama Realisasi PAD 41.53 Persen dan Belanja Daerah 15,39 Persen

“ tindakan seperti ini sangat merugikan masyarakat, kami ingin pemerintah melihat hal ini, jangan biarkan masyarakat terus -terusan menjadi korban,”kata salah seorang yang juga sedang mengantri BBM.

Ia juga menyatakan, tindakan untuk menimbun BBM ini akan membuat masyarakat kesulitan kedepannya, warga juga meminta kepada penyedia BBM Pertamina Papua agar menindaklanjuti masalah ini.(jo/tho)

WAMENA—Adanya oknum warga yang membeli BBM di setiap SPBU di Kota Wamena secara tidak wajar, dikeluhkan warga. Oknum warga ini sengaja antri BBM berulang-ulang, memodifikasi tangki pengisian sampai dengan mengisi pada gentong yang dimuat di belakang mobil.

Ironisnya perbuatan oknum ini dilakukan di tengah masyarakat yang sedang menganti BBM di SPBU, sehingga menjadi pertanyaan besar dari masyarakat, mengapa oknum ini diperbolehkan membeli BBM dengan tidak wajar.

Warga juga beramai -ramai memposting cara pembelian BBM yang berlebihan ini ke grup -gup whatsapp di Jayawijaya dan meminta kepada anggota DPRD dan pemerintah daerah segera mengambil langkah -langkah untuk menertibkan pembelian BBM secara berlebihan ini.

Baca Juga :  31 Juli, Seluruh Aktivitas Masyarakat di Kota Wamena Akan Dihentikan

Salah seorang warga yang tidak ingin menyebutkan namanya kepada Cenderawasih Pos mengatkan, penertiban  pembelian BBM secara tidak wajar ini harus dilakukan pemerintah.

“Ini poertanyaan buat kita, mengapa mereka bisa membeli BBM dengan cara yang tidak normal seperti itu, kami sebagai masyarakat harap DPRD Jayawijaya dan pemerintah bisa melihat masalah ini dan oknum tersebut ditertibkan,”bebernya saat ditemui di Halaman SPBU Lasminingsih Wamena, kemarin.

Ia menyatakan, masalah ini bukanlah masalah yang baru, tapi ini masalah lama yang sudah sering kali terjadi, ketika ada petugas yang turun melakukan Sidak maka pengisian BBM berlangsung dengan normal, namun kalau tidak ada pengawasan maka kecurangan -kecurangan ini akan terus dilakukan.

Baca Juga :  Lintas OKP Papua egunungan Inisiasikan Doa Lintas Agama dan 1000 Lilin

“ tindakan seperti ini sangat merugikan masyarakat, kami ingin pemerintah melihat hal ini, jangan biarkan masyarakat terus -terusan menjadi korban,”kata salah seorang yang juga sedang mengantri BBM.

Ia juga menyatakan, tindakan untuk menimbun BBM ini akan membuat masyarakat kesulitan kedepannya, warga juga meminta kepada penyedia BBM Pertamina Papua agar menindaklanjuti masalah ini.(jo/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya