WAMENA – Pemkab Jayawijaya memastikan akan tetap menyesuaikan harga BBM dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat apabila diumumkan dan diberlakukan secara resmi, sebab pemerintah daerah juga tidak bisa mengambil langkah sendiri terkait masalah tersebut untuk menurunkan harga ataupun melakukan subsidi.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan Pemerintah Daerah (Pemda) Jayawijaya memastikan akan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait harga bahan bakar minyak (BBM), di tengah potensi dampak terhadap distribusi barang di wilayah pegunungan khususnya di Jayawijaya
“Kita tahu bersama sampai dengan saat ini, pemerintah pusat belum memutuskan kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, kalau kebijakan itu dikeluarkan kita didaerah hanya bisa mengikuti kebijakan tersebut,”ungkapnya Kamis (2/4) di Wamena
Ia juga menilai jika, sekitar 80 persen akses menuju wilayah tersebut bergantung pada jalur udara, baik untuk mobilitas manusia maupun distribusi barang. Kondisi tersebut membuat setiap potensi kenaikan harga BBM dapat berdampak besar terhadap arus transportasi dan perekonomian di Papua Pegunungan.
“Sejauh ini bisa dilihat sendiri belum terlihat antrean kendaraan disejumlah APMS dan SPBU yang ada di Kota Wamena, harga bahan pokok juga terpantau belum mengalami kenaikan yang signifikan dipasaran Wamena,”beber Atenius Murib (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
WAMENA – Pemkab Jayawijaya memastikan akan tetap menyesuaikan harga BBM dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat apabila diumumkan dan diberlakukan secara resmi, sebab pemerintah daerah juga tidak bisa mengambil langkah sendiri terkait masalah tersebut untuk menurunkan harga ataupun melakukan subsidi.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan Pemerintah Daerah (Pemda) Jayawijaya memastikan akan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait harga bahan bakar minyak (BBM), di tengah potensi dampak terhadap distribusi barang di wilayah pegunungan khususnya di Jayawijaya
“Kita tahu bersama sampai dengan saat ini, pemerintah pusat belum memutuskan kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, kalau kebijakan itu dikeluarkan kita didaerah hanya bisa mengikuti kebijakan tersebut,”ungkapnya Kamis (2/4) di Wamena
Ia juga menilai jika, sekitar 80 persen akses menuju wilayah tersebut bergantung pada jalur udara, baik untuk mobilitas manusia maupun distribusi barang. Kondisi tersebut membuat setiap potensi kenaikan harga BBM dapat berdampak besar terhadap arus transportasi dan perekonomian di Papua Pegunungan.
“Sejauh ini bisa dilihat sendiri belum terlihat antrean kendaraan disejumlah APMS dan SPBU yang ada di Kota Wamena, harga bahan pokok juga terpantau belum mengalami kenaikan yang signifikan dipasaran Wamena,”beber Atenius Murib (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q