WAMENA –Pemkab Jayawijaya melalui dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) meminta kepada Pemrov Papua Pegunungan untuk bersama–sama melakukan pengawasan terhadap pendistribusian beras kepada masyarakat hingga sampai ke distrik –distrik.
Kepala Disnakerindag Jayawijaya Dr. Lukas Kosay SE, MSi menyatakan saat ini memang ada ketidak percayaan masyarakat dalam pendistribusian beras ini langsung, oleh karena itu perlu melakukan tingkat pengawasan mulai dari Provinsi dan kabupaten hingga sampai ke Distrik –distrik ini yang perlu dilakukan.
“Dalam pendistribusian beras di Kabupaten Jayawijaya, yang memang masih lemah dalam pengawasan dan itu kita alami, oleh karena itu untuk mengawal pendistribusian beras di 8 Kabupaten ini maka perlu di bentuk tim besar untuk melakukan pengawasan,”ungkapnya Selasa (31/10) kemarin.
Menurutnya, selama ini penyaluran yang dilakukan oleh Kantor Cabang Pembantu Bulog Wamena itu ada dua cabang yang pertama dari Bulog sendiri dan yang kedua melalui pihak ke tiga, sehingga ini harus harus di perjelas dan dirapatkan kembali untuk mengambil kesimpulan karena harus terbuka sehingga pendistribusiannya bisa tepat sasaran.
“Pendistribusian di Jayawijaya sudah baik karena telah mencapai sasaran, dimana yang distrik terjauh seperti Nanggo Trrikora, Walaik, dan Tailarek itu semua sudah bisa masuk, sebab Bupati perintahkan untuk membentuk tim pengawasannya sehingga bisa langsung ke sasaran,”jelas Lukas Kosay.
Kalau dilihat secara keseluruhan, Lanjut Lukas permasalahan yang banyak terjadi ini di kabupaten pemekaran, sehingga dalam rapat dengan sekda Papua pegunungan banyak yang mengusulkan adanya pengawasan bersama sebab diketahui dalam penyaluran beras ini kalau untuk 1 KK itu mendapat 5 KG itu sudah sangat keterlaluan.