alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, July 5, 2022

Nahkoda dan 7 ABK KMN Cahaya Putri Hilang

AKP Micha Toding Potty, SH, SIK ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Nahkoda Kapal Motor Nelayan (KMN) Cahaya Putri 2 dinyatakan   hilang kontak sejak 26 Juni 2019 lalu, namun   baru dilaporkan oleh  pihak pemilik kapal  melalui karyawannya kepada   pihak  Satuan Polisi Air Polres Merauke pada 15 Juli 2019 lalu.   

  Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH melalui Kasat Polair  AKP Micha Toding Potty, SH, SIK, ketika ditemui media ini di kantornya, mengungkapkan, bahwa kapal  penangkap  ikan   yang dinahkodai Suwardi  tersebut  keluar dari  Pelabuhan  Perikanan Merauke pada 24 Juni lalu sekitar pukul 07.30 WIT dengan  membawa 7 ABK  yakni  Amar, Busrah, Jufriadi, Saparuddin, Irfan, Riswang dan Asdar. 

  Kemudian,   berdasarkan laporan dari Amar  yang datang melaporkan kepada  pihaknya tentang  kapal yang hilang jejak tersebut, bahwa   kapal   hilang kontak sejak 26 Juni  2019. Hanya saja, pihak    pemilik kapal  tidak   langsung melaporkan    kejadian tersebut kepada  pihak  Kepolisian maupun ke  Kantor Pencarian dan Pertolongan  Merauke.

Baca Juga :  Warga Sangat Antusias, Tapi Banyak Tak Dapat Nomor Antrean Vaksin

   Pemilik kapal  baru melaporkan   kapal hilang jejak  pada 15 Juli  2019 atau  sekitar 3 minggu kemudian setelah kapal dinyatakan hilang kontak  atau tidak bisa dihubungi  pemilik kapal ke radio SSB   yang ada di atas kapal tersebut. Selama ini juga, kata Kasat  Micha  Toding Potty bahwa  tidak ada informasi  tentang hilangnya  kapal  tersebut dan baru  pada 15 Juli baru mendapatkan laporan. 

  “Kami sudah mengundang  pemilik kapal   bernama Mansyur   2 kali untuk kita mintai keterangan  terkait dengan  kapal  yang hilang jejak dengan Nahokda dan 7 ABK kapal yang sampai sekarang belum diketahui kondisinya. Namun  belum memenuhi  panggilan. Informasi  yang kami terima jika yang bersangkutan masih sakit. Mudah-mudahan  yang bersangkutan cepat sembuh sehingga kita bisa meminta keterangan dari dia,’’ tandas Kasat Micha Toding Potty. 

     Kasat Polair Micha Potty menduga bahwa 3  jenazah  yang ditermukan di pantai Okaba dan Pantai Kampung Yowid Distrik Tubang Kabupaten Merauke beberapa hari lalu, kemungkinan Nahkoda dan ABK kapal Cahaya Putri tersebut. Karena   seluruh awak kapal   merupakan  berasal dari Makassar  Sulawesi Selatan. 

Baca Juga :  Uskup Mandagi Ajak Umat Bangga Jadi Orang Katolik

  Sedangkan jenazah  yang ditemukan tersebut  dari ciri-cirinya adalah Non Papua. Apalagi selama ini  tidak ada kapal  yang dinyatakan tenggelam atau hilang, kecuali KMN  Cahaya Puteri 2 yang baru dilaporkan   3 minggu setelah  hilang kontrak tersebut.  

  Soal pencarian atas kapal tersebut, Kasat  Micha Potty mengungkapkan bahwa yang    bisa dilakukan pihaknya adalah dengan meminta bantuan kepada kapal-kapal yang beroperasi  di laut    jika menemukan tanda-tanda  adanya kapal  tenggelam  untuk segera melaporkan.’’Karena  posisi hilangnya kapal juga tidak diketahui dan   sudah lama hilang kontrak  dari tanggal 26 Juni    dan baru dilaporkan pada 15 Juli kemarin,’’ tandasnya. (ulo/tri)  

AKP Micha Toding Potty, SH, SIK ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Nahkoda Kapal Motor Nelayan (KMN) Cahaya Putri 2 dinyatakan   hilang kontak sejak 26 Juni 2019 lalu, namun   baru dilaporkan oleh  pihak pemilik kapal  melalui karyawannya kepada   pihak  Satuan Polisi Air Polres Merauke pada 15 Juli 2019 lalu.   

  Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH melalui Kasat Polair  AKP Micha Toding Potty, SH, SIK, ketika ditemui media ini di kantornya, mengungkapkan, bahwa kapal  penangkap  ikan   yang dinahkodai Suwardi  tersebut  keluar dari  Pelabuhan  Perikanan Merauke pada 24 Juni lalu sekitar pukul 07.30 WIT dengan  membawa 7 ABK  yakni  Amar, Busrah, Jufriadi, Saparuddin, Irfan, Riswang dan Asdar. 

  Kemudian,   berdasarkan laporan dari Amar  yang datang melaporkan kepada  pihaknya tentang  kapal yang hilang jejak tersebut, bahwa   kapal   hilang kontak sejak 26 Juni  2019. Hanya saja, pihak    pemilik kapal  tidak   langsung melaporkan    kejadian tersebut kepada  pihak  Kepolisian maupun ke  Kantor Pencarian dan Pertolongan  Merauke.

Baca Juga :  Kadis Tanaman Pangan Akui  Alami Keterbatasan Mesin Combine

   Pemilik kapal  baru melaporkan   kapal hilang jejak  pada 15 Juli  2019 atau  sekitar 3 minggu kemudian setelah kapal dinyatakan hilang kontak  atau tidak bisa dihubungi  pemilik kapal ke radio SSB   yang ada di atas kapal tersebut. Selama ini juga, kata Kasat  Micha  Toding Potty bahwa  tidak ada informasi  tentang hilangnya  kapal  tersebut dan baru  pada 15 Juli baru mendapatkan laporan. 

  “Kami sudah mengundang  pemilik kapal   bernama Mansyur   2 kali untuk kita mintai keterangan  terkait dengan  kapal  yang hilang jejak dengan Nahokda dan 7 ABK kapal yang sampai sekarang belum diketahui kondisinya. Namun  belum memenuhi  panggilan. Informasi  yang kami terima jika yang bersangkutan masih sakit. Mudah-mudahan  yang bersangkutan cepat sembuh sehingga kita bisa meminta keterangan dari dia,’’ tandas Kasat Micha Toding Potty. 

     Kasat Polair Micha Potty menduga bahwa 3  jenazah  yang ditermukan di pantai Okaba dan Pantai Kampung Yowid Distrik Tubang Kabupaten Merauke beberapa hari lalu, kemungkinan Nahkoda dan ABK kapal Cahaya Putri tersebut. Karena   seluruh awak kapal   merupakan  berasal dari Makassar  Sulawesi Selatan. 

Baca Juga :  Bupati: Pemkab Belum Terima Dana Otsus Papua

  Sedangkan jenazah  yang ditemukan tersebut  dari ciri-cirinya adalah Non Papua. Apalagi selama ini  tidak ada kapal  yang dinyatakan tenggelam atau hilang, kecuali KMN  Cahaya Puteri 2 yang baru dilaporkan   3 minggu setelah  hilang kontrak tersebut.  

  Soal pencarian atas kapal tersebut, Kasat  Micha Potty mengungkapkan bahwa yang    bisa dilakukan pihaknya adalah dengan meminta bantuan kepada kapal-kapal yang beroperasi  di laut    jika menemukan tanda-tanda  adanya kapal  tenggelam  untuk segera melaporkan.’’Karena  posisi hilangnya kapal juga tidak diketahui dan   sudah lama hilang kontrak  dari tanggal 26 Juni    dan baru dilaporkan pada 15 Juli kemarin,’’ tandasnya. (ulo/tri)  

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/