MERAUKE– Musim kemarau yang terjadi saat ini mulai memberi dampak signigfikan kepada warga yang ada di sejumlah kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke.
Di sejumlah Kampung itu, masyarakat terpaksa mulai mengkonsumsi air berwarna kebiru-biruan yang sebenarnya tidak layak diminum. Akibatnya, sejumlah guru harus meninggalkan tempat tugas kembali ke Kota.
‘’Saat ini ada sejumlah kampung yang mengalami krisis air, seperti Kampung Konorau, Sabon, Waan dan Kladar. Betul-betul menipis. Kalau ada air warannya sudah kebiru-biruan yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi,’’ kata Kabid Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Hengky Kirwelak, kepada media ini, di Merauke, Sabtu (14/10). Hal ini disampaikan Hengky Kirwelak, yang baru pulang melakukan pengawasan ke Distrik Waan baru-baru ini.
Karena krisis air ini pula, lanjut Hengky Kirwelak, sejumlah guru terpaksa meninggalkan tempat tugas dan berada di Kota. ‘’Sudah barang tentu akan balik ke tempat tugas apabila sudah mulai masuk musim hujan,’’ katanya.
Hengki Kirwelak menjelaskan bahwa ada 2 persoalan yang dialami warga termasuk guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Waan. Di saat musim hujan, warga terkadangmengalami kekurangan bahan makanan dikarenakan petatas mereka terendam air laut. Sementara di musim kemarau sekarang seperti ini warga mengalami krisis airt bersih. (ulo)