WAMENA – Perhelatan piala dunia tahun 2026 yang disiarkan langsung oleh TVRI nampaknya masih belum bisa disaksikan secara langsung dari rumah warga lewat televisi namun harus melalui live Streaming, hal ini dikarenakan stasiun transmisi yang ada di wilayah Jayawijaya masih analog dan tidak berfungsi.
Wakil Ketua II DPRP Papua Pegungunungan Terius Yigibalom, SH, M.Si menilai bahwa terkait dengan stasiun transmisi sebenarnya menjadi kewajiban dari pemerintah terutama kementrian terkait yang diturunkan ke instansi terkait di daerah karena wilayah ini sudah menjadi provinsi sendiri yang memiliki ibukota di Kabuaten Jayawijaya.
“Kalau mau dilihat saat ini TVRI sudah memiliki lokasi di Wamena, hanya saja gedung yang sekarang digunakan sebagai stasiun transmisi itu sejak Provinsi Papua masih bernama Provinsi Irian Jaya,”ungkapnya Jumat (12/6).
Menurutnya, kalau dilihat memang bangunan tersebut sudah tidak layak, sehingga mungkin diperlukan peremajaan baik gedung maupun peralatan lainnya.
“Setelah kami melakukan diskusi dengan pimpinan TVRI Papua memang mereka memerlukan fasilitas gedung yang memadai untuk stasiun transmisi, untuk peralatannya nantinya akan dilakukan pengadaan sendiri, oleh karena itu pemerintah daerah juga perlu memikirkan itu untuk membantu,” jelas Terius.
WAMENA – Perhelatan piala dunia tahun 2026 yang disiarkan langsung oleh TVRI nampaknya masih belum bisa disaksikan secara langsung dari rumah warga lewat televisi namun harus melalui live Streaming, hal ini dikarenakan stasiun transmisi yang ada di wilayah Jayawijaya masih analog dan tidak berfungsi.
Wakil Ketua II DPRP Papua Pegungunungan Terius Yigibalom, SH, M.Si menilai bahwa terkait dengan stasiun transmisi sebenarnya menjadi kewajiban dari pemerintah terutama kementrian terkait yang diturunkan ke instansi terkait di daerah karena wilayah ini sudah menjadi provinsi sendiri yang memiliki ibukota di Kabuaten Jayawijaya.
“Kalau mau dilihat saat ini TVRI sudah memiliki lokasi di Wamena, hanya saja gedung yang sekarang digunakan sebagai stasiun transmisi itu sejak Provinsi Papua masih bernama Provinsi Irian Jaya,”ungkapnya Jumat (12/6).
Menurutnya, kalau dilihat memang bangunan tersebut sudah tidak layak, sehingga mungkin diperlukan peremajaan baik gedung maupun peralatan lainnya.
“Setelah kami melakukan diskusi dengan pimpinan TVRI Papua memang mereka memerlukan fasilitas gedung yang memadai untuk stasiun transmisi, untuk peralatannya nantinya akan dilakukan pengadaan sendiri, oleh karena itu pemerintah daerah juga perlu memikirkan itu untuk membantu,” jelas Terius.