MERAUKE–Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK mengingatkan anggotanya, khususnya kepada pihak intel untuk tidak menjadi tameng perusahaan. Jadi tameng di sini berada di depan sesuatu yang melanggar hukum.
Hal ini ditegaskan Kapolres Sandi Sultan saat apel operasi patuh sehubungan dengan kejadian viral di Kalimantan Tengah, terkait masalah kelapa sawit. Dimana Polsek jadi rata.
‘’Untung tidak dibakar. Kita wanti-wanti. Kasat Intel, Kasat Reskrim dan Kabag Ops, ingatkan jajaran Kapolsek. Jangan pernah jadi tameng dari perusahaan. Teman-teman dari Brimob juga saya sudah ingatkan. Jangan pernah jadi tameng perusahaan. Mahal kita ini,’’ tandasnya Kapolres.
Kapolres menjelaskan, jika ada perusahaan yang meminta pengamanan maka terlebih dahulu dilakukan cors cek. Apakah perusahaan tersebut sehat atau tidak. Perusahaan legal atau ilegal.
Perusahaan itu pantas diamankan atau tidak. Karena pantas atau tidaknya ini ada gangguan-ganngguan di sekitar wilayah perusahana tersebut, seperti premanisme, pencurian, dan lain-lain yang dapat merugikan perusahaan, tapi perusahaan itu legal, bayar pajak dan sebagainya. Anggota yang melaksanakan tugas di perusahana itu bentuk pelayanan juga. Itu bentuk pelayanan kita. Tapi tidak boleh berlebihan,’’ tandasnya.
Dikatakan, jik ada anggota Polres anggopta Brimob menjadi tampeng perusahana itu keliru dan tidak boleh.
‘’Makanya saya sampaikan kepada anggota semuanya bahwa kalian semua kesehahteraan diperhatikan. Tapi pelaksanana tugas dilaksanakan dengan baik dan disiplin dan melaporkan hal-hal penting untuk ditindaklanjuti,’’ tambahnya. (ulo/tho)