MERAUKE- Masyarakat seputaran jalan TMP Polder Merauke akhirnya menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena sekian lama jalan tersebut tidak diperbaiki.
Pohon pisang sebagai simbol protes itu, menjadi tontonan setiap warga masyarakat baik yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan bermotor saat melintas di jalan TMP Polder, Kamis (9/4).
Bahkan pula ada warga yang memberikan apresiasi atas ide protes pemerintah dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak TMP Polder sebab sudah setahun lebih jalan rusak tersebut tidak diperbaiki pemerintah.
“Ini kan jalan utama menuju perkantoran, sekolah, pertokoan bahkan pasar sentral Merauke tapi setahun lebih rusak tidak diperbaiki dengan baik. Jadi wajar jika masyarakat protes dengan menanam pohon pisang tengah jalan,” kata Yohanes warga Gudang Arang Merauke.
Menurutnya, jalan rusak tersebut pernah diperbaiki dengan cara ditambal bagi yang berlubang besar menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2025. Namun sampai sekarang tidak diperbaiki dan diaspal dengan baik malah dibiarkan rusak begitu saja. Sehingga menurutnya, hal wajar jika masyarakat tanam pisang untuk bisa segera mendapatkan perhatian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot kepada wartawan mengungkapkan berdasarkan kesepakatan dan kesepahaman antara PUPR Kabupaten Merauke dengan PUPR Papua Selatan berdasarkan SK Gubernur Papua Selatan Nomor 600/tahun 2023 tanggal 18 Desember 2023, ruas jalan Trikora sepanjang 1,6 Km mulai dari simpang RSUD Merauke kemudian simpang simpang Trikora-Jalan Gudang Arang kemudian Jalan Polder sampai depan Pasar Wamanggu Merauke merupakan status jalan provinsi. ‘’Jadi status jalan itu sekarang menjadi kewenangan provinsi,’’ tandasnya.
MERAUKE- Masyarakat seputaran jalan TMP Polder Merauke akhirnya menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena sekian lama jalan tersebut tidak diperbaiki.
Pohon pisang sebagai simbol protes itu, menjadi tontonan setiap warga masyarakat baik yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan bermotor saat melintas di jalan TMP Polder, Kamis (9/4).
Bahkan pula ada warga yang memberikan apresiasi atas ide protes pemerintah dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak TMP Polder sebab sudah setahun lebih jalan rusak tersebut tidak diperbaiki pemerintah.
“Ini kan jalan utama menuju perkantoran, sekolah, pertokoan bahkan pasar sentral Merauke tapi setahun lebih rusak tidak diperbaiki dengan baik. Jadi wajar jika masyarakat protes dengan menanam pohon pisang tengah jalan,” kata Yohanes warga Gudang Arang Merauke.
Menurutnya, jalan rusak tersebut pernah diperbaiki dengan cara ditambal bagi yang berlubang besar menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2025. Namun sampai sekarang tidak diperbaiki dan diaspal dengan baik malah dibiarkan rusak begitu saja. Sehingga menurutnya, hal wajar jika masyarakat tanam pisang untuk bisa segera mendapatkan perhatian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot kepada wartawan mengungkapkan berdasarkan kesepakatan dan kesepahaman antara PUPR Kabupaten Merauke dengan PUPR Papua Selatan berdasarkan SK Gubernur Papua Selatan Nomor 600/tahun 2023 tanggal 18 Desember 2023, ruas jalan Trikora sepanjang 1,6 Km mulai dari simpang RSUD Merauke kemudian simpang simpang Trikora-Jalan Gudang Arang kemudian Jalan Polder sampai depan Pasar Wamanggu Merauke merupakan status jalan provinsi. ‘’Jadi status jalan itu sekarang menjadi kewenangan provinsi,’’ tandasnya.