Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

Merauke Jadi Salah Satu Pusat Kegiatan Strategis Nasional

MERAUKE  Kabupaten Merauke ditetapkan sebagai salah satu dari 18 daerah di Indonesia masuk dalam Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). Karena  menjadi PKSN, membuat  Badan Nasional  Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia melakukan  FGD Pengukuran Kinerja Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP) di Kabupaten Merauke, Kamis (9/3), kemarin.

   Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP Muhammad Farid, S.STP, M.Si, saat menggelar FGD dengan sejumlah stakeholder di Merauke mengungkapkan, maksud kedatangan pihaknya ke Merauke karena Merauke merupakan salah satu kabupaten yang menjadi sasaran PKSN sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

‘’Karena Merauke menjadi salah satu dari PKSN menjadikan Merauke  strategis dalam melakukan peningkatan kesehjahteraan  pembangunan dan pemerataan pembangunan, baik dalam transportasi maupun ekonomi dan pelintas batas,’’terangnya.

Baca Juga :  Tersangka Pembunuh Karumkit LB Moerdani Dipindahkan ke Jayapura

  Terkait dengan FGD  tersebut, Muhammad Farid menjelaskan, pihaknya mencoba mengukur indeks pengelolaan perbatasan negara. Dimana pada 2022 lalu, sudah dilakukan pengukuran PKSN Merauke dengan kategori C. ‘’Kategori C itu, semua pelaksanaan pembangunan sudah terlaksana, tapi harus ada peningkatan dan tidak terlalu mendasar. Kita berharap melalui penilaian kedua ini, ada peningkatan  atau perubahan dari C ke B atau A,’’ katanya.

   Karena itu, Muhammad Farid berharap, responden yang akan obyek survey dapat memberikan  informasi yang valid dan akurat  sesuai dengan kondisi di lapangan.

Indeks  PKSN ini akan menjadi barometer pihaknya dalam mendorong dan mengkoordinasikan dengan kementrian dan lembaga yang ada di pusat dan daerah. Melalui pengukuran indeks PKSN ini juga, pihaknya bisa mengetahui sejauh mana tingkat pembangunan  dan pelayanan yang diberikan di Merauke, terutama dari sisi pertumbahan ekonomi lintas batas dan juga simpul transportasinya.

Baca Juga :  Kerugian Diperkirakan Rp 500 Juta

FGD yang berlangsung  sehari tersebut dibuka Asisten III Setda Kabupaten Merauke Florentinus  Suhono Suryo, A.Pi, S.Sos, MH. (ulo/tho)   

MERAUKE  Kabupaten Merauke ditetapkan sebagai salah satu dari 18 daerah di Indonesia masuk dalam Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). Karena  menjadi PKSN, membuat  Badan Nasional  Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia melakukan  FGD Pengukuran Kinerja Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP) di Kabupaten Merauke, Kamis (9/3), kemarin.

   Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP Muhammad Farid, S.STP, M.Si, saat menggelar FGD dengan sejumlah stakeholder di Merauke mengungkapkan, maksud kedatangan pihaknya ke Merauke karena Merauke merupakan salah satu kabupaten yang menjadi sasaran PKSN sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

‘’Karena Merauke menjadi salah satu dari PKSN menjadikan Merauke  strategis dalam melakukan peningkatan kesehjahteraan  pembangunan dan pemerataan pembangunan, baik dalam transportasi maupun ekonomi dan pelintas batas,’’terangnya.

Baca Juga :  Damianus Katayu Pimpin MRP PPS

  Terkait dengan FGD  tersebut, Muhammad Farid menjelaskan, pihaknya mencoba mengukur indeks pengelolaan perbatasan negara. Dimana pada 2022 lalu, sudah dilakukan pengukuran PKSN Merauke dengan kategori C. ‘’Kategori C itu, semua pelaksanaan pembangunan sudah terlaksana, tapi harus ada peningkatan dan tidak terlalu mendasar. Kita berharap melalui penilaian kedua ini, ada peningkatan  atau perubahan dari C ke B atau A,’’ katanya.

   Karena itu, Muhammad Farid berharap, responden yang akan obyek survey dapat memberikan  informasi yang valid dan akurat  sesuai dengan kondisi di lapangan.

Indeks  PKSN ini akan menjadi barometer pihaknya dalam mendorong dan mengkoordinasikan dengan kementrian dan lembaga yang ada di pusat dan daerah. Melalui pengukuran indeks PKSN ini juga, pihaknya bisa mengetahui sejauh mana tingkat pembangunan  dan pelayanan yang diberikan di Merauke, terutama dari sisi pertumbahan ekonomi lintas batas dan juga simpul transportasinya.

Baca Juga :  Kerugian Diperkirakan Rp 500 Juta

FGD yang berlangsung  sehari tersebut dibuka Asisten III Setda Kabupaten Merauke Florentinus  Suhono Suryo, A.Pi, S.Sos, MH. (ulo/tho)   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya