Peserta CPNS yang Tak Lulus Kecewa Janji Pemerintah Tak Diitepati
MERAUKE– Merasa kecewa karena diberi janji yang dinilai tak kunjung dijawab, sejumlah peserta CPNS formasi 2024 yang dinyatakan tidak lulus melakukan aksi pembakaran di depan halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan, Jalan Brawijaya Merauke, Selasa (6/1) sekira pukul 12.30 WIT.
Yang menjadi sasaran adalah pohon Natal yang masih dipajang di depan kantor tersebut kemudian sejumlah kursi plastik dan sebuah meja di pintu masuk kantor itu kemudian di bakar di depan kantor tersebut. Saat kejadian kejadian, Kepala BKPSDM tidak ada di tempat karena sedang berada di kantor baru di Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan, eks KTM Salor, Distrik Kurik, Merauke.
Polisi yang mendapatkan laporan terkait adanya aksi tersebut langsung menurunkan anggotanya untuk melakukan pengamanan kantor tersebut.
Veronika, salah satu dari yang melakukan aksi tersebut mengaku aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan. Dimana pihaknya hanya diberi janji-janji dari 206 formasi kuota 2024 yang tersisa yang belum terisi. ‘’Kami hanya menuntut sisa formasi 2024 sebanyak 206 yang tersisa. Tapi, sampai sekarang kami hanya dijanji-janji untuk melakukan pertemuan,’’ katanya.
Menurutnya, pihaknya dijanji untuk melakukan pertemuan pada tanggal 10 Desember 2025, kemudian setelah Natal, lalu Selasa 2 Januari 2025. Namun pertemuan itu tidak direalisasikan.
Menurutnya, dari 206 formasi yang tersisa di 2024, nama-nama sudah disusun oleh Stef Balagaize. Setelah nama-nama itu rampung kemudian dikirim ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara di Jakarta untuk selanjutnya menunggu persetujuan.
Peserta CPNS yang Tak Lulus Kecewa Janji Pemerintah Tak Diitepati
MERAUKE– Merasa kecewa karena diberi janji yang dinilai tak kunjung dijawab, sejumlah peserta CPNS formasi 2024 yang dinyatakan tidak lulus melakukan aksi pembakaran di depan halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan, Jalan Brawijaya Merauke, Selasa (6/1) sekira pukul 12.30 WIT.
Yang menjadi sasaran adalah pohon Natal yang masih dipajang di depan kantor tersebut kemudian sejumlah kursi plastik dan sebuah meja di pintu masuk kantor itu kemudian di bakar di depan kantor tersebut. Saat kejadian kejadian, Kepala BKPSDM tidak ada di tempat karena sedang berada di kantor baru di Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan, eks KTM Salor, Distrik Kurik, Merauke.
Polisi yang mendapatkan laporan terkait adanya aksi tersebut langsung menurunkan anggotanya untuk melakukan pengamanan kantor tersebut.
Veronika, salah satu dari yang melakukan aksi tersebut mengaku aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan. Dimana pihaknya hanya diberi janji-janji dari 206 formasi kuota 2024 yang tersisa yang belum terisi. ‘’Kami hanya menuntut sisa formasi 2024 sebanyak 206 yang tersisa. Tapi, sampai sekarang kami hanya dijanji-janji untuk melakukan pertemuan,’’ katanya.
Menurutnya, pihaknya dijanji untuk melakukan pertemuan pada tanggal 10 Desember 2025, kemudian setelah Natal, lalu Selasa 2 Januari 2025. Namun pertemuan itu tidak direalisasikan.
Menurutnya, dari 206 formasi yang tersisa di 2024, nama-nama sudah disusun oleh Stef Balagaize. Setelah nama-nama itu rampung kemudian dikirim ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara di Jakarta untuk selanjutnya menunggu persetujuan.