Friday, March 13, 2026
27.5 C
Jayapura

Pj Gubernur Akan Dengarkan Aspirasi Masyarakat Terlebih Dahulu 

Terkait dengan Tuntutan Masyarakat Awyu di Kabupaten Boven Digoel Atas Kehadiran PT  IAL

MERAUKE  Adanya Penolakan yang dilakukan  oleh masyarakat Awyu dari  Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan terhadap kehadiran PT Indo Asiana Lestari yang telah mendapatkan izin kelayakan  lingkungan hidup dari pemerintah Provinsi Papua  ditanggapi oleh Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo.

Kepada wartawan, mantan Rektor Uncen Jayapura ini mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menundang dan mendengarkan masyarakat persoalannya seperti apa, setelah itu kemudian mengundang  pihak perusahaan.

‘’Kita undang  masyarakat dulu kemudian mendengarkan masalahnya seperti apa. Setelah itu,  kemudian kita undang  juga dari perusahaan. Lalu kita dengarkan dari bupati. Setelah itu,  kita selesaikan sama-sama.  Kita tidak boleh gegabah. Kita harus arif dan bijaksana untuk menyelesaikan dengan baik dengan cara mendengarkan dulu  versi masing-masing. Kita tidak bisa mendengar  dari satu  kemudian memutuskan sepihak,’’ tandas  Apolo Safanpo,  di Merauke, Rabu (05/06/2024).   

Baca Juga :  Dua Guru PAUD  di Merauke Raih Gelar Magister Pendidikan PAUD   

   Pj Gubernur Apolo Safanpo kembali menjelaskan bahwa  kedua belah pihak akan diundang lalu mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.  Lalu dari perusahaan juga  didengarkan keterangannya. Setelah  itu, kemudian bupati diundang. Selanjutnya masalah tersebut diselesaikan secara bersama-sama.

   Secara terisah, Kapolres Boven Digoel  AKBP I Komang Budhiarta menjelaskan bahwa adanya penolakan yang  dilakukan oleh masyarakat pemilik  ulayat tersebut karena pihak masyarakat  sebagai pemilik lahan tidak dilibatkan dari awal dan tiba-tiba perusahaan sudah masuk ke wilayah adat mereka. 

‘’Tapi perusahaan sudah memindahkan semua alat beratnya ke Ambon Maluku,’’ kata Kapolres  I Komang Budhiarta, SIK,  kepada wartawan di Merauke, Selasa (04/06/2024). (ulo)   

Baca Juga :  Papua Selatan Masuk 10 Besar Inflasi Tertinggi di Indonesia

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Terkait dengan Tuntutan Masyarakat Awyu di Kabupaten Boven Digoel Atas Kehadiran PT  IAL

MERAUKE  Adanya Penolakan yang dilakukan  oleh masyarakat Awyu dari  Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan terhadap kehadiran PT Indo Asiana Lestari yang telah mendapatkan izin kelayakan  lingkungan hidup dari pemerintah Provinsi Papua  ditanggapi oleh Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo.

Kepada wartawan, mantan Rektor Uncen Jayapura ini mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menundang dan mendengarkan masyarakat persoalannya seperti apa, setelah itu kemudian mengundang  pihak perusahaan.

‘’Kita undang  masyarakat dulu kemudian mendengarkan masalahnya seperti apa. Setelah itu,  kemudian kita undang  juga dari perusahaan. Lalu kita dengarkan dari bupati. Setelah itu,  kita selesaikan sama-sama.  Kita tidak boleh gegabah. Kita harus arif dan bijaksana untuk menyelesaikan dengan baik dengan cara mendengarkan dulu  versi masing-masing. Kita tidak bisa mendengar  dari satu  kemudian memutuskan sepihak,’’ tandas  Apolo Safanpo,  di Merauke, Rabu (05/06/2024).   

Baca Juga :  Dipicu Miras, Meletuskan Peluru Senapan Angin di Tembok Kantor Bank di Keerom

   Pj Gubernur Apolo Safanpo kembali menjelaskan bahwa  kedua belah pihak akan diundang lalu mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.  Lalu dari perusahaan juga  didengarkan keterangannya. Setelah  itu, kemudian bupati diundang. Selanjutnya masalah tersebut diselesaikan secara bersama-sama.

   Secara terisah, Kapolres Boven Digoel  AKBP I Komang Budhiarta menjelaskan bahwa adanya penolakan yang  dilakukan oleh masyarakat pemilik  ulayat tersebut karena pihak masyarakat  sebagai pemilik lahan tidak dilibatkan dari awal dan tiba-tiba perusahaan sudah masuk ke wilayah adat mereka. 

‘’Tapi perusahaan sudah memindahkan semua alat beratnya ke Ambon Maluku,’’ kata Kapolres  I Komang Budhiarta, SIK,  kepada wartawan di Merauke, Selasa (04/06/2024). (ulo)   

Baca Juga :  Giliran SMAN 2 Merauke Jadi Sasaran Edukasi Bahaya Narkoba

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya