Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

Kapal Pesiar Alami Kerusakan Mesin di Laut Arafura

Enam WNA Terombang Ambing

MERAUKE-KM. Vivie Rae II, sebuah kapal pesiar dilaporkan mengalami kerusakan mesin akibat baling-baling terlilit tali pada 2 Maret 2023 sekira pukul 17.00 WIT dan saat ini terombang-ambing di Laut Arafuru. Posisi kejadian berada di sebelah Selatan pulau Komoran berjarak sekitar 300 Km dari Dermaga Merauke.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke melaporkan bahwa kejadian ini disampaikan oleh ibu Adriana selaku perwakilan agen KM. Vivie Rae II yang berdomisili di Bali pada 2 Maret lalu sekira pukul 18.50 WIT ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke. Agen kapal menyampaikan bahwa seluruh penumpang dalam keadaan sehat, namun meminta bantuan agar kapal tersebut ditarik ke dermaga.

Upaya pertolongan dilakukan dengan berkoordinasi dengan instansi lain yang memiliki kapal dengan kemampuan menarik kapal lain di laut. Akhirnya tim SAR gabungan sepakat mempergunakan KN. Merpati milik Kantor Distrik Navigasi Merauke untuk melakukan penarikan kapal, sekaligus mengevakuasi seluruh penumpang yang ada di atas KM. Vivie Rae II.

Baca Juga :  Penggunaan Karung Bulog Bakal Ditertibkan

Kapal dengan panjang 24 meter dan lebar 7 meter ini bertolak dari Marshall Island pada 26 Februari lalu dengan tujuan ke Sorong.

“Sabtu sekitar pukul 11.45 WIT, Tim SAR gabungan yang beranggotakan 5  personel Basarnas Merauke, 5  personel Lantamal XI Merauke, 2 personel KSOP Merauke dan 20 awak kapal KN. Merpati bertolak menuju ke lokasi kejadian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan, Minggu (5/3).

Keenam penumpang KM. Vivie Rae II yakni Jean Pierre Van Wyngaard (35) warga Afrika Selatan, Taylor Marie Loehrer (31) warga Amerika Serikat,  Shahinaz Al Sibahi Alarnaout (35) United Kingdom, J-Dean Shane Van Der Westhuisen (31) warga Afrika Selatan, Matthew Robert Gyorffy (30) warga Kanada, dan Olivia Di Velice (31) warga Kanada.

“Sebenarnya malam itu setelah kejadian, di laut, ada sebuah kapal SPIL yang kami hubungi yang kebetulan akan melintas melewati lokasi kejadian telah bersedia mengevakuasi keenam korban, namun karena dari pihak KM. Vivie Rae II ingin juga agar kapalnya ditarik maka kapal SPIL tersebut tidak dapat membantu lebih jauh karena keterbatasan kondisi saat itu,”lanjut Supriyanto Ridwan, SE.

Baca Juga :  Polres Boven Digoel Menangkan Sidang Praperadilan 

“Barulah keesokan harinya kami berupaya mencari kapal yang dapat digunakan untuk menarik kapal naas tersebut di tengah kondisi susahnya jaringan komunikasi akibat perbaikan jalur kabel laut oleh PT.Telkom, ” terangnya.

Cuaca di lapangan saat ini sesuai pemantauan data cuaca dari BMKG Merauke adalah hujan ringan dengan kecepatan angin mencapai 50 Km/jam dan tinggi gelombang mencapai 5 meter.

Namun begitu, Minggu sekitar pukul 02.00 WITdini hari, KN. Merpati yang digunakan Tim Rescue, kembali merapat ke dermaga Navigasi Merauke. Kapal kembali karena sesampainya di sekitar pulau Habee kemarin sore, kondisi laut semakin ekstrim. Saat ini KN.Merpati masih menunggu cuaca membaik untuk melanjutkan ops SAR. Upaya yang dilakukan saat ini adalah melakukan e-broadcast ke kapal-kapal yang melintas di sekitar posisi KM.Vivie Rae II untuk upaya pertolongan.(ulo/tho)

Enam WNA Terombang Ambing

MERAUKE-KM. Vivie Rae II, sebuah kapal pesiar dilaporkan mengalami kerusakan mesin akibat baling-baling terlilit tali pada 2 Maret 2023 sekira pukul 17.00 WIT dan saat ini terombang-ambing di Laut Arafuru. Posisi kejadian berada di sebelah Selatan pulau Komoran berjarak sekitar 300 Km dari Dermaga Merauke.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke melaporkan bahwa kejadian ini disampaikan oleh ibu Adriana selaku perwakilan agen KM. Vivie Rae II yang berdomisili di Bali pada 2 Maret lalu sekira pukul 18.50 WIT ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke. Agen kapal menyampaikan bahwa seluruh penumpang dalam keadaan sehat, namun meminta bantuan agar kapal tersebut ditarik ke dermaga.

Upaya pertolongan dilakukan dengan berkoordinasi dengan instansi lain yang memiliki kapal dengan kemampuan menarik kapal lain di laut. Akhirnya tim SAR gabungan sepakat mempergunakan KN. Merpati milik Kantor Distrik Navigasi Merauke untuk melakukan penarikan kapal, sekaligus mengevakuasi seluruh penumpang yang ada di atas KM. Vivie Rae II.

Baca Juga :  Bupati Minta Atensi Kepala Dinas Pertanian

Kapal dengan panjang 24 meter dan lebar 7 meter ini bertolak dari Marshall Island pada 26 Februari lalu dengan tujuan ke Sorong.

“Sabtu sekitar pukul 11.45 WIT, Tim SAR gabungan yang beranggotakan 5  personel Basarnas Merauke, 5  personel Lantamal XI Merauke, 2 personel KSOP Merauke dan 20 awak kapal KN. Merpati bertolak menuju ke lokasi kejadian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan, Minggu (5/3).

Keenam penumpang KM. Vivie Rae II yakni Jean Pierre Van Wyngaard (35) warga Afrika Selatan, Taylor Marie Loehrer (31) warga Amerika Serikat,  Shahinaz Al Sibahi Alarnaout (35) United Kingdom, J-Dean Shane Van Der Westhuisen (31) warga Afrika Selatan, Matthew Robert Gyorffy (30) warga Kanada, dan Olivia Di Velice (31) warga Kanada.

“Sebenarnya malam itu setelah kejadian, di laut, ada sebuah kapal SPIL yang kami hubungi yang kebetulan akan melintas melewati lokasi kejadian telah bersedia mengevakuasi keenam korban, namun karena dari pihak KM. Vivie Rae II ingin juga agar kapalnya ditarik maka kapal SPIL tersebut tidak dapat membantu lebih jauh karena keterbatasan kondisi saat itu,”lanjut Supriyanto Ridwan, SE.

Baca Juga :  Dukung PMI, Granat Gelar Donor Darah

“Barulah keesokan harinya kami berupaya mencari kapal yang dapat digunakan untuk menarik kapal naas tersebut di tengah kondisi susahnya jaringan komunikasi akibat perbaikan jalur kabel laut oleh PT.Telkom, ” terangnya.

Cuaca di lapangan saat ini sesuai pemantauan data cuaca dari BMKG Merauke adalah hujan ringan dengan kecepatan angin mencapai 50 Km/jam dan tinggi gelombang mencapai 5 meter.

Namun begitu, Minggu sekitar pukul 02.00 WITdini hari, KN. Merpati yang digunakan Tim Rescue, kembali merapat ke dermaga Navigasi Merauke. Kapal kembali karena sesampainya di sekitar pulau Habee kemarin sore, kondisi laut semakin ekstrim. Saat ini KN.Merpati masih menunggu cuaca membaik untuk melanjutkan ops SAR. Upaya yang dilakukan saat ini adalah melakukan e-broadcast ke kapal-kapal yang melintas di sekitar posisi KM.Vivie Rae II untuk upaya pertolongan.(ulo/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya