Thursday, January 22, 2026
27.5 C
Jayapura

Diduga Santap Makanan Basi, Tujuh  Warga Dilarikan ke Puskesmas   

MERAUKE- Sedikitnya 7  warga Kampung Kirworo, Distrik Tabonji, Kabupaten Merauke dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami muntah dan berak (Muntaber)  setelah menyantap makan yang telah disiapkan di sebuah pesta yang pestanya sendiri ditunda.

   Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT didampigi Kepala Distrik Tabonji Wellem Kambuam, SIP kepada wartawan di Merauke membenarkan peristiwa yang dialami warga di Kampoung Kirworo, Distrik Tabonji pada Jumat (22/12).

‘’Kejadian di Tabonji itu karena makanan. Muntabernya karena mau pesta dan mereka tunda  pesta dan makan makanan yang ada, kemungkinan sudah basi . Jadi bukan keracunan,’’kata Bupati Romanus Mbaraka, Sabtu (3/12).

Baca Juga :  Masyarakat Adat Tegas Tolak PSN dan Investasi

Namun warga yang mengalami Muntaber tersebut, lanjut dia sudah ditangani di Puskesmas.  ‘’Sebagian ke  Puskesmas. Tapi  sudah ditangani dan sekarang saya sudah koordinasi dengan dinas kesehatan untuk segera melakukan tindakan. Mudah-mudahan tidak terjadi insiden yang tidak dinginkan. Seperti itu,’’ tandas Bupati Romanus Mbaraka.

  Kepala Distrik Tabonji  Wellem Kambuam mengungkapkan, pesta adat tersebut dimulai  23 November lalu. Yang jelas lanjut dia, kasus ini bermula dari para korban menyantap makanan yang diduga sudah mulai basi. ‘’Rata-rata anak-anak yang mengalami  Muntaber tersebut. Ada juga orang dewasa, tapi  hanya sedikit. Paling banyak anak-anak. Sudah ada perubahan karena saya monitor terus,’’pungkasnya. (ulo/tho)    

Baca Juga :  Timbulkan Bau Tak Sedap, Warga Tolak Peternakan Ayam di Kampung Marga Mulia

MERAUKE- Sedikitnya 7  warga Kampung Kirworo, Distrik Tabonji, Kabupaten Merauke dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami muntah dan berak (Muntaber)  setelah menyantap makan yang telah disiapkan di sebuah pesta yang pestanya sendiri ditunda.

   Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT didampigi Kepala Distrik Tabonji Wellem Kambuam, SIP kepada wartawan di Merauke membenarkan peristiwa yang dialami warga di Kampoung Kirworo, Distrik Tabonji pada Jumat (22/12).

‘’Kejadian di Tabonji itu karena makanan. Muntabernya karena mau pesta dan mereka tunda  pesta dan makan makanan yang ada, kemungkinan sudah basi . Jadi bukan keracunan,’’kata Bupati Romanus Mbaraka, Sabtu (3/12).

Baca Juga :  Stabilkan Harga, Badan Pangan Gelar Pasar Murah di Tapal Batas

Namun warga yang mengalami Muntaber tersebut, lanjut dia sudah ditangani di Puskesmas.  ‘’Sebagian ke  Puskesmas. Tapi  sudah ditangani dan sekarang saya sudah koordinasi dengan dinas kesehatan untuk segera melakukan tindakan. Mudah-mudahan tidak terjadi insiden yang tidak dinginkan. Seperti itu,’’ tandas Bupati Romanus Mbaraka.

  Kepala Distrik Tabonji  Wellem Kambuam mengungkapkan, pesta adat tersebut dimulai  23 November lalu. Yang jelas lanjut dia, kasus ini bermula dari para korban menyantap makanan yang diduga sudah mulai basi. ‘’Rata-rata anak-anak yang mengalami  Muntaber tersebut. Ada juga orang dewasa, tapi  hanya sedikit. Paling banyak anak-anak. Sudah ada perubahan karena saya monitor terus,’’pungkasnya. (ulo/tho)    

Baca Juga :  Swasembada Beras Tercapai, Petani Harus Sejahtera

Berita Terbaru

Artikel Lainnya