JAYAPURA – Klub sepakbola Persiker Keerom mempersembahkan kado terindah bagi masyarakat Keerom dalam hari ulang tahun Pemkab Keerom ke-23 tahun.
Persiker berhasil mencatatkan sejarah bagi sepakbola Papua sebagai juara baru. Sekaligus mempertegas bahwa Mutiara Hitam juga hadir dari dusun-dusun kecil yang ada di Negeri Tapal Batas.
Persiker mengunci gelar juara dengan sempurna, mereka mencatatkan 6 kemenangan dan hanya sekali seri. Tim berjuluk Badai Perbatasn itu benar-benar tak bisa dibendung.
Tak hanya sekadar titel juara, namun Persiker juga menjadi satu-satunya wakil Papua pada seri nasional yang mulai digelar 2 Mei mendatang.
Gelar juara ini tentu menjadi prestise bagi sepakbola Kabupaten Keerom, khususnya bagi Masyarakat Keerom yang merayakan hari jadi mereka ke-23 pada Minggu, 12 April 2026.
“Ini sejarah dan juga sebagai kado hari ulang tahun Keerom tanggal 12 besok, hari ulang tahun Kabupaten Keerom ke-23. Dan itu sudah menjadi persembahan dari anak-anak Persiker untuk kabupaten tercinta,” ungkap Bupati Keerom, Puter Gusbager dalam malam penyerahan trophy juara kepada masyarakat Keerom di lapangan sepakbola Swakarsa, Arso, Kamis (9/4).
Pria yang juga sebagai Ketua Umum Persiker itu menyebutkan bahwa gelar juara ini cerita tentang kerja keras, kebersamaan, kedisiplinan yang ditanamkan sejak awal.
Namun terlepas dari itu, Piter Gusbager merupakan aktor dari pencapaian luar biasa ini. Didukung oleh sang manajer, Efendi Jaya, Gusbager mampu menjadikan Persiker sebagai wajah baru sepakbola Tanah Papua.
Sekaligus mematahkan stigma Keerom soal ganja dan miras. Sehingga capaian lewat Persiker memutus cerita minor tersebut.
“Dan untuk itu, yang kita lakukan bukan hanya menciptakan pemain-pemain bola yang hebat di lapangan, tapi kita menciptakan pemimpin-pemimpin Tanah Papua lewat sepak bola,” ujarnya.