alexametrics
31.7 C
Jayapura
Thursday, August 18, 2022

Bupati Herry Ajak Jemaat Taati Prokes Covid-19

BIAK-Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd mengajak, semua pihak supaya tetap mengikuti semua protokol kesehatan (Protkes) dan tetap menjaga diri terkait pandemic Covid-19 yang kasusnya belum habis-habis. Hal itu disampaikan pada saat meresmikan Gedung Gereja Jemaat GKI Jemaat F.J.S Rumainum Bosnabraidi, Kamis (6/8) kemarin. 

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dan Koordinator BP AM Wilayah III GKI Sinode GKI Di Tanah Papua  Pdt. Maichel Kapisa, M.Si TEOL ketika mendantangani batu prasasti Gedung Gejeja Jemaat GKI Jemaat F.J.S Rumainum Bosnabraidi, Kamis (6/8) kemarin. ( FOTO: Fiktor/Cepos)

    Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh  Bupati Herry Ario Naap dan Koordinator BP AM Wilayah III GKI Sinode GKI Di Tanah Papua  Pdt. Maichel Kapisa, M.Si TEOL, serta disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda serta undangan lainnya yang ikut hadir.

Baca Juga :  Belum Ada Kasus Positif, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

   “Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia tidak semua orang menginginkan, persoalan Corona adalah persoalan dunia, bulan hanya di Kabupaten Biak Numfor. Untuk itu, mengajak kepada semua masyarakat dan semua pihak tanpa terkecuali bijak dalam berpikir dan mendukung terhadap upaya-upaya penanganan dan pecegahan penyebaran Virus Corona,” ujarnya. 

   Sementara itu, Pdt. Michael Kapisa meminta supaya gedung gereja tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk berkomunikasi dengan Tuhan melalui ibadah setiap hari minggu. Untuk itu, Ia berpesan agar gereja itu tidak kosong pada hari minggu. 

   “Gereja besar ini menjadi  salah satu aset kebanggaan GKI di Tanah Papua, jangan sampai gereja ini kosong setiap hari minggu. Mari gunakan gedung gereja ini dengan baik, penuhi setiap hari minggu dan setiap ada kegiataan gereja,” tambah Pdt Michael Kapisa.

Baca Juga :  Banyak Warga Mulai Abaikan Protokol Pencegahan Covid-19

  Sekedar diketahui, seperti yang dilaporkan oleh panitia pembangunan bahwa gereja tersebut dibangun sejak tanggal 16 Juli 2011 dengan menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp. 1.388.508.000 dan ukurannya sebesar 23 meter  x 12 meter.(itb/tri)

BIAK-Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd mengajak, semua pihak supaya tetap mengikuti semua protokol kesehatan (Protkes) dan tetap menjaga diri terkait pandemic Covid-19 yang kasusnya belum habis-habis. Hal itu disampaikan pada saat meresmikan Gedung Gereja Jemaat GKI Jemaat F.J.S Rumainum Bosnabraidi, Kamis (6/8) kemarin. 

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dan Koordinator BP AM Wilayah III GKI Sinode GKI Di Tanah Papua  Pdt. Maichel Kapisa, M.Si TEOL ketika mendantangani batu prasasti Gedung Gejeja Jemaat GKI Jemaat F.J.S Rumainum Bosnabraidi, Kamis (6/8) kemarin. ( FOTO: Fiktor/Cepos)

    Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh  Bupati Herry Ario Naap dan Koordinator BP AM Wilayah III GKI Sinode GKI Di Tanah Papua  Pdt. Maichel Kapisa, M.Si TEOL, serta disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda serta undangan lainnya yang ikut hadir.

Baca Juga :  Jumlah Kelurahan Baru Bertambah 6

   “Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia tidak semua orang menginginkan, persoalan Corona adalah persoalan dunia, bulan hanya di Kabupaten Biak Numfor. Untuk itu, mengajak kepada semua masyarakat dan semua pihak tanpa terkecuali bijak dalam berpikir dan mendukung terhadap upaya-upaya penanganan dan pecegahan penyebaran Virus Corona,” ujarnya. 

   Sementara itu, Pdt. Michael Kapisa meminta supaya gedung gereja tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk berkomunikasi dengan Tuhan melalui ibadah setiap hari minggu. Untuk itu, Ia berpesan agar gereja itu tidak kosong pada hari minggu. 

   “Gereja besar ini menjadi  salah satu aset kebanggaan GKI di Tanah Papua, jangan sampai gereja ini kosong setiap hari minggu. Mari gunakan gedung gereja ini dengan baik, penuhi setiap hari minggu dan setiap ada kegiataan gereja,” tambah Pdt Michael Kapisa.

Baca Juga :  Banyak Warga Mulai Abaikan Protokol Pencegahan Covid-19

  Sekedar diketahui, seperti yang dilaporkan oleh panitia pembangunan bahwa gereja tersebut dibangun sejak tanggal 16 Juli 2011 dengan menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp. 1.388.508.000 dan ukurannya sebesar 23 meter  x 12 meter.(itb/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/