Denny menilai budidaya rumput laut memberikan keuntungan ekonomi yang relatif cepat bagi masyarakat. Dengan masa panen sekitar 40ā45 hari, hasilnya dapat segera dijual sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.
“Rumput laut ini paling cepat. Sekitar 40 hari sudah panen dan uang sudah bisa cair. Kalau berkebun, belum tentu langsung laku. Kalau ini jelas, harganya jelas,” katanya.
Ia menyebut hasil produksi rumput laut masyarakat selama ini telah memiliki pembeli di Serui. Namun, pemerintah daerah kini tengah melihat peluang pemasaran langsung ke Surabaya untuk memperoleh harga yang lebih baik.
Menurut Denny, peluang tersebut masih perlu dikaji, terutama terkait kapasitas produksi dan kebutuhan pasar. Pihak terkait tengah menghitung kuota pengiriman per bulan agar pemasaran dapat dilakukan secara lebih terukur.
Selain mendorong peningkatan produksi, Denny juga menekankan pentingnya hilirisasi agar masyarakat tidak hanya menjual rumput laut dalam bentuk bahan mentah.
Menurutnya, Festival Teluk Mioka 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai produk olahan rumput laut hasil kreativitas masyarakat dan pelajar. “Di festival kemarin banyak ditampilkan olahan rumput laut. Ada yang dibuat menjadi yoghurt, es krim dan berbagai produk lainnya,” jelasnya. (rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Denny menilai budidaya rumput laut memberikan keuntungan ekonomi yang relatif cepat bagi masyarakat. Dengan masa panen sekitar 40ā45 hari, hasilnya dapat segera dijual sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.
“Rumput laut ini paling cepat. Sekitar 40 hari sudah panen dan uang sudah bisa cair. Kalau berkebun, belum tentu langsung laku. Kalau ini jelas, harganya jelas,” katanya.
Ia menyebut hasil produksi rumput laut masyarakat selama ini telah memiliki pembeli di Serui. Namun, pemerintah daerah kini tengah melihat peluang pemasaran langsung ke Surabaya untuk memperoleh harga yang lebih baik.
Menurut Denny, peluang tersebut masih perlu dikaji, terutama terkait kapasitas produksi dan kebutuhan pasar. Pihak terkait tengah menghitung kuota pengiriman per bulan agar pemasaran dapat dilakukan secara lebih terukur.
Selain mendorong peningkatan produksi, Denny juga menekankan pentingnya hilirisasi agar masyarakat tidak hanya menjual rumput laut dalam bentuk bahan mentah.
Menurutnya, Festival Teluk Mioka 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai produk olahan rumput laut hasil kreativitas masyarakat dan pelajar. “Di festival kemarin banyak ditampilkan olahan rumput laut. Ada yang dibuat menjadi yoghurt, es krim dan berbagai produk lainnya,” jelasnya. (rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q