MAPPI – Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa melakukan kunjungan kerja ke Kampung Yahatsu, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Senin (9/3).
Dalam kunjungan itu, orang nomor 2 di Papua Selatan tersebut menggelar pertemuan guna menyerap aspirasi dari warga. Dalam pertemuan, warga menyampaikan segala unek-uneknya terkait persoalan mendasar yang dialami, mulai dari aliran listrik, pendidikan hingga transportasi.
Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Distrik Haju sekitar pukul 12.30 WIT. Hadir dalam momentum itu, Tripika Distrik Haju serta para kepala kampung se-Distrik Haju.
Mengawali pertemuan, Kepala Distrik Haju, Tarsis Regoi menjelaskan kondisi distrik dan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah tersebut. Ia mengatakan, Distrik Haju terdiri dari 19 kampung yang dihuni tiga suku besar.
Menurutnya, sejumlah fasilitas dasar memang telah tersedia, seperti UPTD Puskesmas dan sekolah menengah pertama (SMP). Namun, dukungan pembangunan dari pemerintah daerah dinilai belum maksimal.
“Haju merupakan distrik lama yang kemudian melahirkan Distrik Asue. Ke depan juga direncanakan akan dimekarkan lagi menjadi tiga distrik baru,”katanya. Tarsis juga menyoroti harapan masyarakat asli agar dana Otonomi Khusus Papua dapat dirasakan langsung oleh warga, mengingat distrik ini didominasi oleh Orang Asli Papua (OAP).
Selain itu, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian. Kantor distrik yang saat ini digunakan merupakan bangunan lama sejak wilayah itu masih berada di bawah administrasi Kabupaten Merauke.
Selanjutnya, akses jalan yang ada, sudah lama dibangun dan belum pernah mendapat perbaikan. “Yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah kebutuhan penerangan. Banyak kampung yang belum menikmati aliran listrik secara merata,” katanya.
Keluhan juga disampaikan Pastor Paroki Haju, Pst. Jeck Java Pro. Menurut dia, masyarakat di distrik tersebut bertahun-tahun belum menikmati aliran listrik secara memadai.
Ia juga menyoroti kondisi pendidikan yang memprihatinkan, termasuk masih adanya anak-anak yang belum bisa membaca. Selain itu, gereja yang telah dibangun dua tahun lalu belum dapat digunakan karena belum memiliki kursi dan bangku.
Menanggapi hal itu, Wagub Paskalis Imadawa menjelaskan kunjungannya ke Distrik Haju merupakan bagian dari agenda resmi pemerintah provinsi dalam rangka Safari Ramadan.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi sarana pemerintah untuk bertemu langsung dengan masyarakat serta menyerap aspirasi di daerah. “Safari Ramadan ini adalah agenda pemerintah provinsi. Kami datang untuk mendengar langsung kondisi masyarakat,”kata Wagub Paskalis.