Thursday, January 1, 2026
30.8 C
Jayapura

Tersaji Kolam Lumpur Seluas Lapangan Sepakbola,Suara Alkon Berhenti Kala Senja

Sementara Dosen Pengelolaan Lingkungan Tambang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Pertambangan Uncen, Lia Meditandi melihat bahwa proses pendulangan yang dilakukan di lokasi Buper saat ini meski menggunakan alat berat namun proses untuk memisahkan emas dengan material tanah atau batu masih menggunakan cara tradisional.

Setelah dilakukan penggalian, material dimasukkan ke sluice boks.“Jika tambang besar maka wajib melakukan reklamasi karena ada Amdal namun biasanya untuk tambang rakyat atau yang masih tradisional terkadang proses reklamasi agak terabaikan sehingga perlu diingatkan atau dikawal untuk tetap dilakukan.

Ia juga melihat sistem pengolahan untuk memisahkan biji emas menggunakan kolam-kolam terpisah atu sirkulasi terbalik. Ini justru berbeda dengan yang mendulang di pinggir jalan yang bersentuhan langsung ke badan sungai. Yang berbahaya jika menggunakan mercuri justru pada si pendulangnya. sluice boks

Baca Juga :  Mengenal Sosok Perempuan Port Numbay Masuk Kandidat Penerima Kalpataru

Ini tambang yang dikelola rakyat sehingga kerusakannya tidak terlalu masive berbeda jika dikelola oleh perusahaan. Lalu air yang ada di lokasi juga bukan dari badan kali atau badan sungai melainkan air tanah.

“Jadi catatan kami agar selama aktifitas penambangan dilakukan, jangan lupa untuk dilakukan reklamasi. Ini agar dampak kawasan yang dibuka bisa kembali pulih meski membutuhkan waktu cukup lama,”tutupnya.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Sementara Dosen Pengelolaan Lingkungan Tambang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Pertambangan Uncen, Lia Meditandi melihat bahwa proses pendulangan yang dilakukan di lokasi Buper saat ini meski menggunakan alat berat namun proses untuk memisahkan emas dengan material tanah atau batu masih menggunakan cara tradisional.

Setelah dilakukan penggalian, material dimasukkan ke sluice boks.“Jika tambang besar maka wajib melakukan reklamasi karena ada Amdal namun biasanya untuk tambang rakyat atau yang masih tradisional terkadang proses reklamasi agak terabaikan sehingga perlu diingatkan atau dikawal untuk tetap dilakukan.

Ia juga melihat sistem pengolahan untuk memisahkan biji emas menggunakan kolam-kolam terpisah atu sirkulasi terbalik. Ini justru berbeda dengan yang mendulang di pinggir jalan yang bersentuhan langsung ke badan sungai. Yang berbahaya jika menggunakan mercuri justru pada si pendulangnya. sluice boks

Baca Juga :  Tabrakan di Tanah Hitam, Seorang Kakek Meninggal Dunia

Ini tambang yang dikelola rakyat sehingga kerusakannya tidak terlalu masive berbeda jika dikelola oleh perusahaan. Lalu air yang ada di lokasi juga bukan dari badan kali atau badan sungai melainkan air tanah.

“Jadi catatan kami agar selama aktifitas penambangan dilakukan, jangan lupa untuk dilakukan reklamasi. Ini agar dampak kawasan yang dibuka bisa kembali pulih meski membutuhkan waktu cukup lama,”tutupnya.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya