Tuesday, February 10, 2026
27.4 C
Jayapura

Minimnya Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Hambatan Paling Besar

Selain faktor ekonomi, Dwita juga menilai bahwa ketidakharmonisan dalam keluarga menjadi penyebab utama meningkatnya kasus sosial di kalangan anak-anak. Banyak anak yang tumbuh dalam kondisi broken home akhirnya mencari pelarian di jalanan dan terlibat dalam perilaku menyimpang.

Ketika keluarga tidak harmonis, anak-anak kehilangan arah. Mereka mudah terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, kriminalitas, atau prostitusi. Karena itu, orang tua wajib menjadi contoh, membimbing, dan menghadirkan kasih sayang di rumah,” tegasnya.

Untuk mencegah masalah sosial sejak dini, Dwita mengusulkan agar setiap sekolah di Papua menerapkan pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan kehidupan berumah tangga. Menurutnya, pendidikan yang baik akan membentuk pola pikir dan karakter anak sejak awal.

Baca Juga :  Selain Garda Terdepan Pengamanan Aset Vital TNI, Juga Support Misi Kemanusian

“Anak-anak perlu tahu tentang batasan, tanggung jawab, dan risiko dari perilaku menyimpang. Pendidikan seperti ini sangat penting agar generasi muda kita lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika seluruh pihak pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan keluarga bersatu mengatasi persoalan sosial ini, maka cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah terwujud.

“Semua harus peduli. Kalau kita abaikan anak-anak hari ini, maka kita sedang kehilangan masa depan Papua,” pungkas Dwita (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Selain faktor ekonomi, Dwita juga menilai bahwa ketidakharmonisan dalam keluarga menjadi penyebab utama meningkatnya kasus sosial di kalangan anak-anak. Banyak anak yang tumbuh dalam kondisi broken home akhirnya mencari pelarian di jalanan dan terlibat dalam perilaku menyimpang.

Ketika keluarga tidak harmonis, anak-anak kehilangan arah. Mereka mudah terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, kriminalitas, atau prostitusi. Karena itu, orang tua wajib menjadi contoh, membimbing, dan menghadirkan kasih sayang di rumah,” tegasnya.

Untuk mencegah masalah sosial sejak dini, Dwita mengusulkan agar setiap sekolah di Papua menerapkan pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan kehidupan berumah tangga. Menurutnya, pendidikan yang baik akan membentuk pola pikir dan karakter anak sejak awal.

Baca Juga :  Dulu Hamparan Sagu Dimana-mana, Kini Musim "Ber-ber" Juga Jadi Sulit Ditebak

“Anak-anak perlu tahu tentang batasan, tanggung jawab, dan risiko dari perilaku menyimpang. Pendidikan seperti ini sangat penting agar generasi muda kita lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika seluruh pihak pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan keluarga bersatu mengatasi persoalan sosial ini, maka cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah terwujud.

“Semua harus peduli. Kalau kita abaikan anak-anak hari ini, maka kita sedang kehilangan masa depan Papua,” pungkas Dwita (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya