“Awalnya saya tidak tahu cara operasional. Tapi saya belajar dari YouTube dan juga tanya-tanya ke orang yang sudah lebih dulu usaha,” tutur You.
Kini, usaha POM Mini yang dirintisnya telah berjalan selama tujuh bulan. Di usianya yang akan menginjak 28 tahun pada 6 Juni mendatang, ia menunjukkan semangat kewirausahaan yang kuat. Ia juga merupakan lulusan Sarjana Teknologi Geologi dari Universitas Ottow Geissler Jayapura.
Tak hanya itu, ia juga mulai mengembangkan usaha lain berupa layanan BRILink yang baru berjalan sekitar dua minggu. Meski masih dalam tahap awal, ia tetap optimis usaha tersebut dapat berkembang.
“Ini untuk usaha ini saya masih belajar. Modal sedikit tapi saya memulai saja,” ungkap dia.
Dalam menjalankan usahanya, ia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan takaran bahan bakar. Menurutnya, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keuntungan usaha sekaligus kepercayaan pelanggan.
“Tantangan paling berat itu di takaran bensin. Kalau terlalu tinggi, keuntungan bisa turun. Tapi kalau dikurangi, pelanggan bisa kecewa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam menjalankan usaha adalah menjaga keseimbangan antara keuntungan dan kepuasan pelanggan.
“Saya harus jaga dua hal yakni usaha tetap jalan dan pelanggan tetap puas. Itu yang paling penting,” pungkas dia.
Tidak hanya layanan pengisian BBM, Yason juga menghadirkan satu paket usaha Agen BRILink. Layanan keuangan yang tersedia antara lain transfer sesama BRI, transfer dari BRI ke bank lain, pembayaran listrik, setor dan tarik tunai, serta pembelian pulsa dan paket data (paket combo)
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa anak muda Papua mampu menciptakan peluang dari keterbatasan. Dengan keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, serta konsistensi dalam menghadapi tantangan, usaha kecil pun dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Ke depan, ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi masyarakat sekitar.