Sempat Anggap Dunia Berakhir, Kini Jadi Bek Kiri

Bina Juang Amputasi Pasuruan FC kini berada di bawah naungan PSAI Kabupaten Pasuruan dan PSAI Jawa Timur. Dukungan tersebut membuat tim semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan. Salah satu target terdekat adalah Piala Gubernur Jatim yang rencananya digelar di Kota Malang pada akhir Oktober atau awal November. Selain tim dari Jawa Timur, turnamen itu juga akan diikuti tim dari daerah lain, termasuk Jawa Barat dan Jakarta.

“Meskipun kami tim baru dari Pasuruan, tidak menyurutkan niat kami untuk bertanding dengan penuh semangat,” kata bapak dua anak itu. Bagi Bina Juang Amputasi Pasuruan FC, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Di antara kruk, bola, latihan, dan pertandingan, mereka menemukan sesuatu yang tidak kalah penting. Yaitu keberanian untuk kembali bermimpi, persahabatan, serta keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Bagi para pemainnya, lapangan sepak bola menjadi tempat untuk membuktikan bahwa mereka tetap bisa bermain, berkarya, dan tumbuh bersama. (*)

Baca Juga :  Volume Belanja Meningkat, Warga Diingatkan Perhatikan Masa Kadaluwarsa Barang

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Bina Juang Amputasi Pasuruan FC kini berada di bawah naungan PSAI Kabupaten Pasuruan dan PSAI Jawa Timur. Dukungan tersebut membuat tim semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan. Salah satu target terdekat adalah Piala Gubernur Jatim yang rencananya digelar di Kota Malang pada akhir Oktober atau awal November. Selain tim dari Jawa Timur, turnamen itu juga akan diikuti tim dari daerah lain, termasuk Jawa Barat dan Jakarta.

“Meskipun kami tim baru dari Pasuruan, tidak menyurutkan niat kami untuk bertanding dengan penuh semangat,” kata bapak dua anak itu. Bagi Bina Juang Amputasi Pasuruan FC, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Di antara kruk, bola, latihan, dan pertandingan, mereka menemukan sesuatu yang tidak kalah penting. Yaitu keberanian untuk kembali bermimpi, persahabatan, serta keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Bagi para pemainnya, lapangan sepak bola menjadi tempat untuk membuktikan bahwa mereka tetap bisa bermain, berkarya, dan tumbuh bersama. (*)

Baca Juga :  “Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya