Monday, March 2, 2026
26.9 C
Jayapura

Semakin Banyak Kendaraan, Lampu Lalulintas Diperlukan Agar Lebih Terarah

Bincang-bincang Bersama Plt. Kadishub Kab. Jayapura, Mayer M. C. Suebu Tentang Pemasangan Lampu Lalulintas

Selama ini banyak pengendara asal terobos tanpa ada yang mengatur, kini Pemerintah Kabupaten Jayapura menyiapkan traffic light, untuk mengatur lalulintas agar lebih terarah. Berikut berapa titik pemasangannya?

Laporan: Yohana_SENTANI

Pagi itu, arus kendaraan di sejumlah persimpangan di Kota Sentani tampak berbeda dari biasanya. Lampu lalu lintas (traffic light) yang baru terpasang mulai mengatur laju kendaraan yang selama ini terbiasa melintas tanpa jeda.

Sebagian pengendara terlihat masih ragu, sebagian lagi mulai menyesuaikan diri dengan perubahan itu tentu masih harus dibiasakan oleh semua pengguna jalan.

Di balik perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Perhubungan tengah berupaya menata wajah lalu lintas kota yang kian hari semakin padat.

Baca Juga :  Pejabat Siap Maju Pilkada Harusnya Tahu Etika dan Dewasa dalam Berpolitik

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Mayer M. C. Suebu menuturkan bahwa pemasangan lampu lalu lintas di beberapa titik pertigaan merupakan bagian dari program penertiban arus kendaraan di jalan raya. Pemasangan lampu lalulintas itu dimulai dari Pertigaan Polres Jayapura, Pertigaan Jln. Genyem-Depapre, Pertigaan Tabita jalan masuk Pasar Pharaa dan Pertigaan Mata Jalan Sosial.

F-BOKS ATAS 2

Para petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura tengah memantau arus lalulintas pada layar monitor yang telah dipasang traffic light, Senin (23/4). (foto:Yohana/Cepos)

Menurutnya, mobilitas masyarakat yang terus meningkat menuntut adanya sistem pengaturan lalu lintas yang lebih terarah. Selama ini, beberapa titik strategis masih mengandalkan kelancaran alami tanpa alat pengatur, sehingga rawan terjadi kesemrawutan bahkan kecelakaan.

“Tujuannya supaya lalu lintas lebih tertib dan terarah. Memang butuh waktu bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri, karena sebelumnya kendaraan bisa langsung melintas tanpa harus berhenti,” ungkap Mayer sambil tersenyum.

Baca Juga :  Jadikan Koya Timur Lumbung Budidaya Ikan Nila

Ia menyadari, perubahan kebiasaan tidak bisa terjadi dalam semalam. Dibutuhkan kesadaran dan dukungan semua pihak agar sistem yang telah dipasang benar-benar berfungsi maksimal.

Bincang-bincang Bersama Plt. Kadishub Kab. Jayapura, Mayer M. C. Suebu Tentang Pemasangan Lampu Lalulintas

Selama ini banyak pengendara asal terobos tanpa ada yang mengatur, kini Pemerintah Kabupaten Jayapura menyiapkan traffic light, untuk mengatur lalulintas agar lebih terarah. Berikut berapa titik pemasangannya?

Laporan: Yohana_SENTANI

Pagi itu, arus kendaraan di sejumlah persimpangan di Kota Sentani tampak berbeda dari biasanya. Lampu lalu lintas (traffic light) yang baru terpasang mulai mengatur laju kendaraan yang selama ini terbiasa melintas tanpa jeda.

Sebagian pengendara terlihat masih ragu, sebagian lagi mulai menyesuaikan diri dengan perubahan itu tentu masih harus dibiasakan oleh semua pengguna jalan.

Di balik perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Perhubungan tengah berupaya menata wajah lalu lintas kota yang kian hari semakin padat.

Baca Juga :  Jadikan Koya Timur Lumbung Budidaya Ikan Nila

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Mayer M. C. Suebu menuturkan bahwa pemasangan lampu lalu lintas di beberapa titik pertigaan merupakan bagian dari program penertiban arus kendaraan di jalan raya. Pemasangan lampu lalulintas itu dimulai dari Pertigaan Polres Jayapura, Pertigaan Jln. Genyem-Depapre, Pertigaan Tabita jalan masuk Pasar Pharaa dan Pertigaan Mata Jalan Sosial.

F-BOKS ATAS 2

Para petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura tengah memantau arus lalulintas pada layar monitor yang telah dipasang traffic light, Senin (23/4). (foto:Yohana/Cepos)

Menurutnya, mobilitas masyarakat yang terus meningkat menuntut adanya sistem pengaturan lalu lintas yang lebih terarah. Selama ini, beberapa titik strategis masih mengandalkan kelancaran alami tanpa alat pengatur, sehingga rawan terjadi kesemrawutan bahkan kecelakaan.

“Tujuannya supaya lalu lintas lebih tertib dan terarah. Memang butuh waktu bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri, karena sebelumnya kendaraan bisa langsung melintas tanpa harus berhenti,” ungkap Mayer sambil tersenyum.

Baca Juga :  Waspadai Omicron,  Resmikan Sejumlah Proyek Fisik Sebelum Akhiri Jabatan

Ia menyadari, perubahan kebiasaan tidak bisa terjadi dalam semalam. Dibutuhkan kesadaran dan dukungan semua pihak agar sistem yang telah dipasang benar-benar berfungsi maksimal.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya