Melihat Peran Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 860 NSK di Kab. Waropen
Di balik kesederhanaan camp transit Jalan Uri-Botawa, sebuah misi besar negara sedang dipahat. Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 860 Ndi Sowosio Korako (NSK), satuan baru yang lahir dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto, kini hadir di Kabupaten Waropen bukan sekadar untuk fungsi pertahanan, melainkan sebagai motor penggerak swasembada pangan dan transformasi ekonomi bagi masyarakat lokal di Negeri Seribu Bakau.
Laporan Ismail-Waropen
Sambil menggenggam gelas plastik polkadot berisi kopi hangat, Letkol Inf Alfa Erydani duduk santai diatas velbed dengan meja yang terbuat dari ban bekas. Di tengah fasilitas camp yang serba terbatas, Komandan Batalyon TP 860/NSK ini merajut mimpi besar: mengembalikan kejayaan pangan Waropen dan memastikan kehadiran TNI benar-benar menjadi “nafas” baru bagi pertumbuhan ekonomi warga di pelosok Botawa.
Setelah seluruh pasukan Batalyon TP 860/NSK digeser ke Waropen, sudah dua minggu ini aktivitas di Camp Sementara nampak hidup. Ya, Kabupaten Waropen resmi menjadi salah satu basis penguatan ketahanan pangan nasional dengan hadirnya Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 860 Ndi Sowosio Korako (NSK). Satuan baru ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengkonversi lahan tidur menjadi kawasan produktif guna mengatasi krisis pangan.
Komandan Batalyon TP 860/NSK, Letkol Inf Alfa Erydani, S.Hub.Int.Han, saat ditemui awak media, di Camp Sementara, menjelaskan bahwa satuan yang dipimpinnya memiliki struktur unik yang berbeda dari batalyon infanteri pada umumnya. Satuan ini dirancang sebagai unit “semi-komposit” yang menggabungkan fungsi tempur dengan fungsi teritorial dan pembangunan.
“Batalyon ini dibentuk khusus untuk menegakkan program Presiden terkait swasembada pangan. Selain kompi senapan sebagai identitas infanteri, kami diperkuat oleh Kompi Pertanian, Kompi Peternakan, Kompi Konstruksi, dan Kompi Medis,” ujar Letkol Alfa saat ditemui di camp transit Jalan Uri-Botawa, Kamis (22/1).
Fokus pada Lahan Tidur menjadi produktif, membantu kesulitan pembukaan lahan yang dihadapi masyarakat, sebanyak 655 personel telah disiagakan dan mulai melakukan aksi nyata dengan membuka lahan pertanian. Saat ini pengerjaan di kawasan SP7 bersama masyarakat setempat. Fokus utama mereka adalah menanam padi, palawija, hingga tanaman industri seperti kakao dan tebu, tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap hutan sagu sebagai pangan lokal.
Meski di lokasi Markas Komando itu sendiri juga sebagian prajurit dibantu masyarakat lokal sementara melakukan pembangunan Mako, 18 km dari camp sementara.
Selain mandat di sektor agraria, Letkol Alfa menegaskan bahwa Batalyon TP 860 memiliki instruksi tegas dari Presiden untuk memberantas segala bentuk aktivitas tambang ilegal di wilayah hukum Waropen.
“Kami ada untuk membangun, bukan melindungi praktik ilegal. Perintah Presiden sangat jelas: fokus pada pembangunan masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan,” tegasnya.
Target Personel dan Dampak Ekonomi Meskipun saat ini baru diperkuat sekitar 55 persen dari standar organisasi (TOP) yang berjumlah 1.190 prajurit, kehadiran pasukan organik ini telah memberikan dampak instan bagi ekonomi lokal. Perputaran uang dari kebutuhan logistik prajurit serta aktivitas UMKM warga di sekitar pangkalan transit dilaporkan meningkat perlahan namun pasti.
“Seperti kebutuhan air minum prajurit, kebutuhan belanja sabun, maupun makanan warung-warung sekitar juga meningkat, dan dirasakan. Ada tukang galon (air minum isi ulang) di Waropen yang mengaku sudah sangat terbantu dengan adanya pasukan kami disini,” ungkap Danyon Letkol.Inf Alfa
Batalyon TP 860/NSK Waropen merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk membentuk 750 unit Batalyon Teritorial Pembangunan di seluruh Indonesia. Kehadiran satuan ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Waropen sebagai lumbung pangan di wilayah Papua, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur melalui Kompi Konstruksi yang dimilikinya.
Dalam waktu dekat, satuan ini akan segera bergeser ke Markas Komando (Mako) permanen yang akan dibangun di wilayah Botawa, sekitar 18 kilometer dari lokasi transit saat ini. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q