Friday, April 4, 2025
31.7 C
Jayapura

Ketika Situs Gunung Srobu Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

   Dijelaskannya Megalitik Srobu satu ini berkaitan dengan aktifitas pemujaan dan juga penguburan. Untuk Srobu dua terkait dengan aktifitas penguburan, dijelaskannya di setiap aktifitas penguburan disertai aktifitas ritual-ritual pemujaan.

  Menurut  Erlina di peregi dua ini ada dua arca yang cukup jelas pengambaranya, yakni ada suatu karya seni pada masa itu sudah terbentuk stratafikasi osial atau sistem kepemimpinan sudah muncul.

  “Itu di struktur megalitik srobu dua,  ada dua arca yang kita temukan di situ dan juga menhir-menhir, sementara di Srobu tiga dia lebih ke aktifitas penguburan perigi dan papan batu sebagai penutup kubur dan juga menhir-menhir, tidak ada arca di situ, ” jelasnya.

Baca Juga :  Demi Kenyamanan Pengguna Jalan, Bahu Jalan Bukan Tempat Bangun Usaha

   Kemudian Srobu tiga berfokus pada aktifitas penguburan perigi, Erlina menjelaskan penguburan perigi merupakan lubang-lubang pada batu yang dimanfaatkan untuk penyimpanan tulang-tulang manusia dalam penguburan sekunder, kemudian ditutupi dengan papan batu dan simbol kuburnya dipasangkan arca atau mehir.

   Sementara itu di struktur Srobu empat, memiliki bentuk penguburan sedikit berbeda dengan yang lain. Disampaikan Erlina, ada satu penguburan perigi yang belum dibuka dan akan direncanakan ke depan untuk penelitian selanjutnya.  “Di atas disitu ada kuburan tumpukan batu, atau kita bilang kuburan tumulus ini yang membedakan dengan kuburan yang lain,” ujarnya.

    Kemudian, yang  terakhir Srobo lima, kata Erlina, lebih berfokus pada ritual pemujaan tidak ada penguburan. Ia menyampaikan bahwa Srobu lima ini areanya cukup luas dengan varian megalitiknya beragam.

Baca Juga :  Tergerak oleh Lunturnya Kepedulian di Keseharian Orang Banyak

   “Di situ pusat pemujaannya menhir sebagai pusat pemujaan, ada tiga menhir yang berdiri disitu,” jelasnya.

   Dijelaskannya Megalitik Srobu satu ini berkaitan dengan aktifitas pemujaan dan juga penguburan. Untuk Srobu dua terkait dengan aktifitas penguburan, dijelaskannya di setiap aktifitas penguburan disertai aktifitas ritual-ritual pemujaan.

  Menurut  Erlina di peregi dua ini ada dua arca yang cukup jelas pengambaranya, yakni ada suatu karya seni pada masa itu sudah terbentuk stratafikasi osial atau sistem kepemimpinan sudah muncul.

  “Itu di struktur megalitik srobu dua,  ada dua arca yang kita temukan di situ dan juga menhir-menhir, sementara di Srobu tiga dia lebih ke aktifitas penguburan perigi dan papan batu sebagai penutup kubur dan juga menhir-menhir, tidak ada arca di situ, ” jelasnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Update Data Penduduk Kota Jayapura

   Kemudian Srobu tiga berfokus pada aktifitas penguburan perigi, Erlina menjelaskan penguburan perigi merupakan lubang-lubang pada batu yang dimanfaatkan untuk penyimpanan tulang-tulang manusia dalam penguburan sekunder, kemudian ditutupi dengan papan batu dan simbol kuburnya dipasangkan arca atau mehir.

   Sementara itu di struktur Srobu empat, memiliki bentuk penguburan sedikit berbeda dengan yang lain. Disampaikan Erlina, ada satu penguburan perigi yang belum dibuka dan akan direncanakan ke depan untuk penelitian selanjutnya.  “Di atas disitu ada kuburan tumpukan batu, atau kita bilang kuburan tumulus ini yang membedakan dengan kuburan yang lain,” ujarnya.

    Kemudian, yang  terakhir Srobo lima, kata Erlina, lebih berfokus pada ritual pemujaan tidak ada penguburan. Ia menyampaikan bahwa Srobu lima ini areanya cukup luas dengan varian megalitiknya beragam.

Baca Juga :  Tidak Mengurangi Nilai Adat dan Budaya Masyarakat Lapago

   “Di situ pusat pemujaannya menhir sebagai pusat pemujaan, ada tiga menhir yang berdiri disitu,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya