Friday, January 16, 2026
25.5 C
Jayapura

Ajang Bertemu Keluarga, Sajikan Aneka Makanan dan Simbol-simbol Spiritual

Penjor, bambu melengkung yang dihiasi janur dan hasil bumi, melambangkan rasa syukur atas anugerah Tuhan. Masyarakat juga menyiapkan berbagai sesajen, termasuk banten galungan, yang berisi aneka makanan dan simbol-simbol spiritual. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Selain ibadah, Galungan di Pura Agung Surya Bhuvana, juga menjadi ajang berkumpul keluarga. Setelah sembahyang, mereka saling mengunjungi dan menikmati hidangan khas seperti lawar, babi guling, dan jaje uli. Perayaan ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual tetapi juga mempererat ikatan keluarga dan masyarakat di Kota Jayapura.

Menurut Wira, Perayaan Galungan juga pertanda agar umat Hindu jangan sampai goyah terhadap nilai agamanya, dan harus tetap berdiri tegap.

Baca Juga :  Kemenag Kabupaten Jayapura Berbagi Takjil dan Sosialisasi Produk Halal

“Jadi melalui nilai kesucian itu sebagai pondasi untuk memoderasikan kita beragama. Seperti kita mengatur persembahyangan. Ini mencerminkan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan Hindu, yang menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam,” ujarnya.

Lanjut Wayan menjelaskan hari galungan juga momentum untuk memperkuat toleransi umat beragama di daerah. Untuk itu, ia meminta umat Hindu di Papua tetap melaksanakan ajaran agama sesuai dengan apa yang diharapkan Pinandita Umat Hindu.

Mengingat Kota Jayapura hidup berbagai suku, budaya dan agama. Sehingga toleransi harus tetap kita jaga sebagai cara untuk saling menghormati satu sama lain. Ia juga berharap kerukunan terus terpelihara untuk membangun Kota Jayapura lebih baik ke depan.

Baca Juga :  Bupati Keerom Ingatkan Bantuan Harus Tepat Sasaran

Sebagai pengurus I Wayan Wira Adnyana, Ia mengajak umat Hindu Kota Jayapura, bersama – sama jaga kedamaian dan kesucian hati dan ciptakan suasana yang harmonis dengan masyarakat asli Kota Jayapura dan juga sekitarnya menuju pembangunan di Papua yang maju. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 

Penjor, bambu melengkung yang dihiasi janur dan hasil bumi, melambangkan rasa syukur atas anugerah Tuhan. Masyarakat juga menyiapkan berbagai sesajen, termasuk banten galungan, yang berisi aneka makanan dan simbol-simbol spiritual. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Selain ibadah, Galungan di Pura Agung Surya Bhuvana, juga menjadi ajang berkumpul keluarga. Setelah sembahyang, mereka saling mengunjungi dan menikmati hidangan khas seperti lawar, babi guling, dan jaje uli. Perayaan ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual tetapi juga mempererat ikatan keluarga dan masyarakat di Kota Jayapura.

Menurut Wira, Perayaan Galungan juga pertanda agar umat Hindu jangan sampai goyah terhadap nilai agamanya, dan harus tetap berdiri tegap.

Baca Juga :  Usai Dilantik Langsung Gunakan Jas Kabur ke Kuburan

“Jadi melalui nilai kesucian itu sebagai pondasi untuk memoderasikan kita beragama. Seperti kita mengatur persembahyangan. Ini mencerminkan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan Hindu, yang menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam,” ujarnya.

Lanjut Wayan menjelaskan hari galungan juga momentum untuk memperkuat toleransi umat beragama di daerah. Untuk itu, ia meminta umat Hindu di Papua tetap melaksanakan ajaran agama sesuai dengan apa yang diharapkan Pinandita Umat Hindu.

Mengingat Kota Jayapura hidup berbagai suku, budaya dan agama. Sehingga toleransi harus tetap kita jaga sebagai cara untuk saling menghormati satu sama lain. Ia juga berharap kerukunan terus terpelihara untuk membangun Kota Jayapura lebih baik ke depan.

Baca Juga :  Jadi Kunci Terciptanya Toleransi dan Kerukunan di Semua Tingkatan

Sebagai pengurus I Wayan Wira Adnyana, Ia mengajak umat Hindu Kota Jayapura, bersama – sama jaga kedamaian dan kesucian hati dan ciptakan suasana yang harmonis dengan masyarakat asli Kota Jayapura dan juga sekitarnya menuju pembangunan di Papua yang maju. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya