Hingga kini, sungai tetap menjadi penghalang utama masa depan anak-anak Lubuk Karak. Setiap hari tanpa jembatan adalah pengulangan risiko yang sama. Pendidikan tertunda, ekonomi terhambat, dan keselamatan anak-anak dipertaruhkan. “Intinya harapan kami realisasi pembangunan jembatan beton Sungai Batang Momong, termasuk pengerasan jalan Lubuk Karak ke Jorong Singgolan. Kalau bisa diaspal. Alhamdulillah, Ibu Bupati sudah menyampaikan solusi cepat dengan mendorong pengerasan jalan dan jembatan gantung Siraho–Sungai Kapur,” tuturnya.
Harapan itu menguat saat Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani berkunjung ke Lubuk Karak beberapa hari lalu bersama Indonesian Offroad Federation. Kunjungan tersebut mengungkap berbagai persoalan, mulai dari kawasan hulu sungai yang tutupan hutannya mulai disalahgunakan, wilayah terisolir yang tak bisa dilalui kendaraan biasa, hingga anak-anak yang masih harus menyeberangi sungai menuju sekolah.
Keterbatasan sinyal seluler turut memperparah kondisi. Terkait infrastruktur, Annisa menyebutkan akses jalan Simpang Ampang Kuranji–Siraho–Sungai Kapur–Jalan TMMD hingga Lubuk Karak akan diupayakan pengerasannya dan diusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah.
“Kita tidak ingin lagi ada pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. Pemerintah daerah akan mengusulkan pembangunan satu unit jembatan gantung tambahan demi meningkatkan keselamatan anak-anak. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan gantung,” tegasnya.
Hingga kini, sungai tetap menjadi penghalang utama masa depan anak-anak Lubuk Karak. Setiap hari tanpa jembatan adalah pengulangan risiko yang sama. Pendidikan tertunda, ekonomi terhambat, dan keselamatan anak-anak dipertaruhkan. “Intinya harapan kami realisasi pembangunan jembatan beton Sungai Batang Momong, termasuk pengerasan jalan Lubuk Karak ke Jorong Singgolan. Kalau bisa diaspal. Alhamdulillah, Ibu Bupati sudah menyampaikan solusi cepat dengan mendorong pengerasan jalan dan jembatan gantung Siraho–Sungai Kapur,” tuturnya.
Harapan itu menguat saat Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani berkunjung ke Lubuk Karak beberapa hari lalu bersama Indonesian Offroad Federation. Kunjungan tersebut mengungkap berbagai persoalan, mulai dari kawasan hulu sungai yang tutupan hutannya mulai disalahgunakan, wilayah terisolir yang tak bisa dilalui kendaraan biasa, hingga anak-anak yang masih harus menyeberangi sungai menuju sekolah.
Keterbatasan sinyal seluler turut memperparah kondisi. Terkait infrastruktur, Annisa menyebutkan akses jalan Simpang Ampang Kuranji–Siraho–Sungai Kapur–Jalan TMMD hingga Lubuk Karak akan diupayakan pengerasannya dan diusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah.
“Kita tidak ingin lagi ada pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. Pemerintah daerah akan mengusulkan pembangunan satu unit jembatan gantung tambahan demi meningkatkan keselamatan anak-anak. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan gantung,” tegasnya.