Dari Perjuangan Bupati Jayapura Menjangkau Masyarakat Kampung Omon yang Terisolir
Bupati Jayapura Yunus Wonda bersama rombongan, belum lama ini melakuan kunjungan kerja ke Kampung Omon, Distrik Gresi Selatan. Satu kampung yang terbilang paling terisolir dan sulit dijangkau. Lantas seperti apa perjalanan menemui masyarakat di kampung yang masuk daerah 3 T (Tertinggal, Terluar, Terisolir) ini.
Laporan: Yohana_Sentani
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di wilayah 3T, yaitu Kampung Omon, yang berada di wilayah Distrik Gresi Selatan. Di kampung ini, jangan merasakan listrik maupun jaringan telekomunikasi, jalan yang layak saja tidak ada. Apa lagi untuk menikmati fasilitas pendidikan, kesehatan yang layak, masih jauh dari harapan.
Untuk memastikan secara langsung kondisi masyarakat di Kampung Omon ini, Bupati Jayapura Yunus Wonda didampingi istri tercinta yang juga merupakan Ketua TPKK Kabupaten Jayapura bersama rombongan turun langsung melaksanakan kunjungan kerja ke Kampung Omon.
Pada Rabu pagi, 7 Januari 2026, langit Sentani masih diselimuti udara dingin ketika Bupati Jayapura bersama rombongan memulai perjalanan panjang menuju Bangai, Distrik Gresi Selatan. Perjalanan darat ditempuh selama lima hingga enam jam itu menjadi awal dari sebuah kisah yang tak akan pernah dilupakan oleh siapa pun yang ikut serta kala itu.
Setibanya di Bangai, kendaraan harus ditinggalkan. Dari titik itulah perjalanan sesungguhnya dimulai. Jalan setapak berlumpur, sungai-sungai yang harus diseberangi, serta perbukitan yang terjal menanti di depan.
Tujuan mereka adalah Kampung Omon, sebuah kampung di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Kabupaten Jayapura, yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama tujuh hingga delapan jam.
Sebelum melangkah lebih jauh, sekitar pukul 10.00 WIT, Bupati Jayapura mengumpulkan seluruh staf dan rombongan. Dalam sebuah briefing singkat, ia memastikan setiap orang dalam kondisi sehat dan siap menempuh perjalanan berat.